Kamis, Juli 16Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Ustaz Ahmad Syafa’at: Sosok Teladan Berjiwa Qurani Sejati Bag (I)

Sumber: Pinterest.id
Ilustrasi gambar oleh: Vivian

Ponpesgasek.com – Tepat di hari minggu 23 Desember 2018 lalu, telah dilaksanakan acara haul beliau yang ke 4 bertempat di ndalem  Pondok Pesantren Bayt at-Tahfidz Cahaya Qur’ani (BTCQ) Gasek. Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar dengan rangkaian pembacaan Yasin dan Tahlil dilanjutkan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh ust. Ali Maksun, (Pengasuh Pesantren Nurul Islam, Badut). Acara yang digelar tersebut diikuti oleh kang-kang santri Sabilurrosyad, Gasek bersama  santri-santri pondok pesantren BTCQ.

Dengan semangat haul keempat beliau, berikut Tim ponpesgasek.com berusaha menghimpun mutiara-mutiara kehidupan beliau.

Terlahir dari Keluarga dan Masyarakat yang Islami

Masa kecil beliau berada di lingkungan yang melaksanakan amaliah-amaliah keagamaan, terlebih amaliah Nahdlatul Ulama. Mulai dari pembacaan Maulid, Manaqib, Haul, Tahlil, Dzikril Ghafilin, Majelis sema’an dan khataman Al Quran rutin diselelnggarakan di kelurahan Penataban ini yang pada masanya merupakan daerah sayur-mayur yang subur.

Semua tradisi ahlus sunnah yang terjaga, serta potensi wilayah tersebut tidak terlepas dari berkah para ulama’ dan keberadaan  pesantren-pesantren yang menjadi pusat religius di sana. Di kampung ini pula beliau menimba ilmu formal untuk tingkat dasar, yaitu di sekolah MI Darul Huda. Sedangkan untuk menimba ilmu keagamaan, beliau belajar kepada ustaz-ustaz di sekitar rumah. Di antara ustaz kampung di mana beliau pernah menimba ilmu yaitu, Ust. Nasuki, Ust. H.Karim, Ust. H.Thoyyib, Ust. Ikhsan Aziz dan dengan Ust. Juwaini.

Jatuh Cinta Terhadap Keilmuan Bahasa Arab dan Al Quran Sejak Kecil

Adalah Ust. Ikhsan Azizi yang telah berjasa menanamkan rasa cinta beliau terhadap keilmuan bahasa arab, berikut sedikit cerita tentang kerohanian dan Kaligrafi sang guru. Ust. Iksan digambarkan sebagai sosok guru yang istimewa di mata beliau. Menurut keterangan beliau, bapak guru ini memiliki wajah yang selalu tersenyum.

Lalu bersama teman-teman kecil, beliau bermain, belajar, dan mengaji. Keadaan pada masa itu tidak memperkecil semangat beliau untuk terus menimba ilmu. Rutin belajar kelompok sampai pukul sembilan malam. Dengan rutinitas itulah yang membentuk beliau menjadi pribadi yang cakap membaca al-Quran,  sehingga berhasil meraih juara II lomba tartil al-Quran di tingkat kecamatan  dan meraih nilai Ujian Nasional tertinggi di sekolah.

Menginjak masa sekolah menengah pertama beliau melanjutkan pendidikan ke MTsN di Banyuwangi. Lalu, ketika beliau menginjak masa remaja semakin mendalami ilmu Nahwu dan ke Al Quran di bawah bimbingan Ust. Mursyidi seorang tokoh muda yang jenius. Selanjutnya Ust. Juwaini, merupakan seorang qori’ yang membekali beliau ilmu tajwid dan penerapannya, Ust. Baihaqi al hafidz, yang memotivasi beliau agar bisa menjadi hafidz seperti beliau. Tiga orang inilah yang berjasa besar membentuk kemampuan akademik beliau di kedua bidang tersebut.

Mondok di Pesantren Miftahul Ulum Asuhan KH. Sufyan Tsauri Jember

Menjelang akhir kelulusan saya begitu terobsesi untuk masuk rangking sepuluh besar, dengan harapan bisa mengikuti jejak kakak kelas saya Najib, yang masuk Madrasah Aliyah Program Khusus di MAN Jember tanpa biaya apa pun.

Sebelum pelajaran sekolah di MTsN berakhir, beliau begitu terobsesi untuk belajar lebih giat dengan harapan dapat masuk ke Madrasah Aliyah Program Khusus di MAN 1 Jember jalur beasiswa. Masih dengan minat yang terus terpupuk, yaitu di bidang linguistik arab dan inggris. Namun di akhirnya, Allah menggariskan takdir yang berbeda. Beliau tetap masuk di sekolah yang sama tapi melalui jalur reguler di jurusan A1 Fisika. Beliau mengakui merasa kecewa sebab hasil yang diperoleh jauh dari apa yang dicita-citakan pada. Hal ini dikarenakan MAPK 1 Jember merupakan sekolah unggulan di bidang pengembanga bahasa arab dan agama di jawa timur pada saat itu.

Pada akhirnya, beliau lebih menuangkan kecemburuan itu untuk belajar lebih keras mendalami ilmu bahasa arab dan  menghafalkan Al Quran. pada tahun 1990 – 1993 itulah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kaliwates Jember menjadi saksi keuletan beliau dalam menempuh dan mengasah ilmu-ilmu agama, bahasa, dan Alqur’an yang diajarkan oleh para guru.

KH Sufyan Tsauri adalah pendiri pesantren yang pada saat itu mengasuh santri-santri dengan menekankan keberkahan dan kemanfaatan ilmu. Beliau mengatakan bahwa sang guru pernah berkata bahwasanya ilmu yang banyak dan mendalam tidak menjadi jaminan kemanfaatan ilmu jika tidak dibarengi dengan ketakwaan. Beliau juga senantiasa mengingat pesan kiai, “Ingatlah, masa muda cepat berakhir” , lalu “Laisal jamal jamalul ilmi, wa innamal jamalul jamalul adab”.

Di masa menuntut ilmu di pondok, beliau meneruskan tekad untuk mengembangkan keilmuan yang telah beliau dapatkan dari guru-guru dari kampung sebelumnya. Di sinilah beliau menghafal beberapa juz al-Quran dengan tanpa guru khusus, mendalami nahwu sharaf secara otodidak, dan mengembangkan seni baca dan tulis al-Quran secara mandiri, dan terus mendalami bahasa arab dan kitab kuning.

Kegigihan beliau dalam memperdalam ilmu ternyata tidak hanya diakui oleh sahabat-sahabat santri. Usaha serta keuletan beliau ternyata terpantau oleh kiai. Keilmuan yang beliau perdalam disambut dan diakui. Hal ini terbukti saat beliau diamanahi langsung oleh kiai untuk menjadi pengajar langsung bagi putra-putri dari  KH. Sufyan Tsauri untuk bidang ilmu alat. Pada satu kesempatan, beliau pernah memimpin tahlil untuk ayahanda Kiai yang dihadiri oleh para alim ulama se-Jember hingga hari ke 40.

Merantau ke Negeri Ken Arok, Malang

Pada tahun 1992, tanpa direncanakan sebelumnya dan hanya bermodalkan niat karena Allah,  beliau diantar kakaknya merantau ke Malang untuk menimba ilmu di PP Darul Qur’an Singosari. Pondok pesantren Darul Qur’an kala itu masih diasuh oleh KH. Mustain. Pondok Pesantren Darul Qur’an ini berlokasi di desa Watu Gede kecamatan Singosari, lebih  tepatnya tiga kilometer dari pasar Singosari.

Kondisi Pondok Pesantren Darul Qur’an masih sangat sederhana kala itu, dengan jumlah santri masih sekitar tujuh puluhan. Bangunan pondok dari depan tidak jauh beda dengan rumah penduduk sekitar. Seakan seperti musholla biasa, bahkan tidak ada papan nama yang terpasang di depan pondok. Kondisi bilik kamar waktu itu juga masih sangat acak-acakan, karena renovasi masih terhenti sembari menunggu sumbangan dari para  dermawan.

Awal keberadaan beliau di Malang, beliau masih sibuk beradaptasi terutama soal cuaca. Cuaca dingin Malang menyebabkan beliau sedikit tersiksa, karena sebelumnya beliau tinggal di Jember dan Banyuwangi dengan  cuaca yang sangat panas.

Hari pun terus berlalu, semangat beliau tak pernah luntur dan terus membara. Sampai mulailah beliau menghafal Al Quran dan menyetorkan hafalan langsung pada KH Mustain. Mulai kembali hafalan dari Juz pertama, meskipun sebelumnya beliau sudah memiliki hafalan tiga juz pada saat beliau Aliyah. Beliau menghafalkan Al-Qur’an beliau sangat lancar dan cepat. Bahkan dengan waktu dua bulan saja beliau mampu menghafalkan sampai delapan juz. Padahal untuk sampai delapan juz biasanya membutuhkan waktu delapan sampai dua belas bulan.

Sebab didorong dengan semangat menuruti keinginan kedua orang tua agara melanjutkan keuliah, beliau berharap mampu menyelesaikan hafalannya dalam waktu sepuluh bulan. Sehingga beliau menargetkan harus hafal tiga juz perbulan.

Sembari menghafal beliau pun bekerja dan membantu pesantren. Sebab beliau selalu ingat pesan KH Mustain : “Seorang penghafal Al-Quran jangan pernah mengharap rizki dari Al-Quran”. Tetap bekerja sebagaimana umumnya orang lain, dan jangan pernah canggung untuk bekerja apa pun. Padatnya kegiatan yang seperti itu tidak menjadikan semangat beliau untuk menghafal Al Quran menjadi luntur.

Alhamdulillah, dalam waktu sebelas bulan beliau dapat menyelesaikan hafalan tiga puluh juznya. Kemudian diwisuda bersama empat teman laki-laki dan tiga teman perempuan. Wisuda tersebut dihadiri oleh KH. Tolchah Hasan, KH. Bashori Alwi Singosari Malang, dan KH. Mufid Mas’ud Yogyakarta.

Awal Masa-masa Perkuliah di Malang

Alhamdulillah setelah beliau dapat menyelesaikan hafalannya sesuai dengan target, sehingga bisa memenuhi keinginan orang tuanya untuk kuliah. Beliau mulai mendaftar kuliah di IKIP (sekarang UM) dan IAIN (sekarang UIN Malang). Dengan mengikuti seleksi UMPTN dan seleksi lokal di IAIN. Dari hasil seleksi ternyata beliau hanya diterima di IAIN. Selama dua tahun kuliah (1994—1996) di IAIN setiap harinya, beliau berangkat dari pesantren jam 05.30 dan kembali ke pesantren lagi jam 17.00. Jam kuliah yang berantakan dengan jeda jam kosong antar matakuliah kadang sangatlah lama membuat beliau merasa bosan dengan keadaan tersebut.  

Pada pertengahan tahun 1996, atau tepatnya pada semester V, beliau diberikan kepercayaan oleh  pengasuhnya KH Mustain untuk mengajar di Al-Quran Study Club (ASC) Ashabul Kahfi milik pengusaha Tahu di kelurahan Betek, yaitu bapak H. Abdullah. Pada saat itu jumlah santri mencapai tiga ratusan santri, seta jamaah dewasa berkisar lima puluhan orang. Bersama rekannya, beliau belajar mengorganisir sebuah lembaga dan belajar bersabar mendidik anak-anak dan orang tua untuk bisa baca al-Quran dan tata cara shalat. 

Tak lama kemudian beliau dinobatkan menjadi direktur TPQ yang bertugas mengendalikan seluruh kegiatan TPQ dan Pengajian Dewasa.

Tinggal di Ashabul Kahfi yang letaknya tidak jauh dari kampusnya membuat beliau mulai mengiikuti organisasi lainnya, yakni HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Pendidikan Bahasa Arab tahun 1996. Seminar dan kajian kebahasan mulai sering beliau ikuti, meski di jurusan bahasa Arab, beliau lebih menguasai bidang tajwid dan qiraat sab’ah daripada bidang bahasa Arab.

Satu-satunya dosen yang memberikan banyak masukkan kebahasaan dan keislaman adalah KH Marzuqi Mustamar. Berkat kiai, beliau mulai banyak berkenalan dengan teks-teks Bahasa Arab modern, buku ilmiah sampai buku politik dan filsafat. Meskipun beliau mulai sibuk dengan organisasi, setiap sore hari beliau tetap sudah harus kembali ke Ashabul kahfi. dan mengajar ngaji anak-anak kecil sampai malam hari.

Mengajar ilmu agama pada anak-anak kecil menjadikan beliau merasakan ketenangan dan rileks. Menjelang satu tahun berada di Ashabul Kahfi beliau mulai merasakan ketidaknyaman karena banyak rekan beliau yang pindah. keadaan ini menyebabkan beliau berkeinginan untuk pindah pula.

Selepas menjalani program KKN (kuliah kerja nyata) berat rasanya beliau kembali ke Ashabul Kahfi. Akhirnya beliau memutuskan untuk pindah ke Pondok Pesantren Sabilurrasyad di Gasek Karangbesuki Sukun, Kota Malang, asuhan Kiai Marzuqi Mustamar. Kondisi bilik kamar yang terlalu kecil dan kurang memadai kala itu, sehingga beliau memutuskan untuk kos di utara pesantren di rumah Ibu Jami’.

Di pondok ini hampir setiap malam dan pagi beliau ikut pengajian Tafsir Ayatul Ahkam, Jami’us Saghir, Mizanul Kubro, Tanwirul Qulub, Jami’ud Durus, Ihya Ulumiddin bersama Abah Marzuqi Mustamar. Lalu mempelajari ilmu falak dan hisab bersama Abah Murtadlo. Pada saat itu beliau juga dilibatkan dalam beberapa kegiatan pesantren, seperti pembelajaran tartilul qur’an, menjadi sekretaris pribadi perbaikan rumah kiai. Banyak hal baru yang beliau dapatkan saat mondok di PP Sabilurrosyad, salah satunya adalah ceramah khutbah tanpa teks dan masih, dan pengalaman lainnya yang masih banyak lagi.

Setahun Menimba Ilmu di Ibu Kota

Konsen pada bidang qiraat, beliau lanjutkan dalam menulis skripsi. Karena pada saat itu belum populer software office Arab, terpaksa beliau menulis dengan tulis tangan. Syukurlah beliau memiliki kemampuan menulis kaligrafi versi naskhi, sehingga hasilnya lumayan jelas dan enak untuk dibaca.

Setelah tiga bulan berkonsentrasi akhirnya beliau mampu menuntaskan skripsinya. Setelah lulus ujian skripsi, beliau melanjutkan mendalami bahasa Arab ke Lembaga Pengetahuan Islam Arab (LIPIA) Jakarta atas rekomendasi dari Kiai Marzuqi mustamar pengasuhnya. Setelah mengikuti tes seleksi, tiga puluh peserta dari kisaran ratus peserta dinyatakan lulus dan salah satunya adalah beliau, Alhamdulillah.

Di LIPIA, beliau merasakan perkembangan penguasaan bahasa Arab relatif pesat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi, di antaranya dipaksa untuk mendengar ucapan bahasa Arab dari pemilik bahasa dan berbicara dengan mereka. Terlebih lagi beliau tinggal di asrama satu kamar dengan 6 mahasiswa I’dadul lughah (program persiapan bahasa). Hampir setiap malam diadakan munaqashah berbahasa Arab dengan membahas hadis dari kitab riyadus sholihin.

Hampir tiap pagi beliau pergi ke kawasan Senayan, tepatnya di British Council, hanya untuk baca-baca buku berbahasa Inggris dan latihan pemahaman dalam mendengarkan bahasa inggris (listening). Kalau tidak, beliau pergi ke Perpustakaan Nasional di sebelah kampus guna baca-baca koran-koran lokal maupun internasional.

Sebelum mengais ilmu di LIPIA, dahulu beliau termasuk mahasiswa STAIN (UIN Malang sekarang) yang “alergi” baca terjemahan, apalagi baca buku versi liberal Nurcholis Madjid, Harun Nasution, atau versi syiah Jalaluddin Rakhmat. Karena selama empat tahun belajar beliau hanya menumpuk buku-buku berbahasa Arab versi ahlussunnah saja.

Baca juga artikel lainnya: Kisah Hidup Waliyullah K.H. Maimun Zubair

Belajar di LIPIA juga menyebabkan beliau mulai bosan menghafal teks-teks nahwu dan fiqih, Di kampus pun beliau lebih suka mendalami bahasa daripada materi-materi agama versi “Saudi” yang sering beliau pelajari di Aliyah dulu. Kadang teman-teman beliau merasa jenuh didoktrin hal yang bertentangan dengan nuraninya.

Hampir tiap malam beliau bertukar pendapat dengan teman-teman di Asrama Bukit Duri tentang liberal vs dogmatis, piagam madinah vs piagam Jakarta, ijtihad vs bid’ah. Beliau selalu memposisikan dirinya sebagai pembela ide-ide kaum modernis yang selalu dianggap sesat. Beliau belajar dalam kondisi berdiskusi semacam itu sekitar satu tahun bersama teman-temannya dari seluruh Indonesia. Setelah belajar di LIPIA yang notabene tekstualis-dogmatis, beliau justru mulai tertarik pada buku-buku Islam alternatif.

Tekad baja beliau dalam menuntut ilmu belum usai. Ust. Syafaat terus melanjutkan perjalanan hidupnya dengan penuh keyakinan dan perjuangan… (Bersambung di bagian II)

Baca juga artikel lainnya: KH Abdul Mun’im yang Kami Kenal

Sumber: 

  • Keterangan pihak keluarga (Istri)

Ditulis oleh Tim Redaksi Ponpesgasek.com

  • Penulis: Fitrotul Izah, Rindia Meirisa Aris Taufani
  • Editor: Zahro’ul Ain, M.Chasby Ashidiq, Teguh Hidayanto

Curriculum Vitae Dr. Syafaat, S.Ag, M.Ag

Identitas: 

  1. Nama                         : Dr. Syafaat, S.Ag, M.Ag
  2. Tempat/Tgl. Lahir : Banyuwangi, 15 Maret 1975
  3. Jenis Kelamin            : Laki-laki
  4. NIP                            : 19750315200312 1 002
  5. Pangkat/Golongan : Penata tk. I / III-d
  6. Jabatan Fungsional   : Lektor
  7. Prodi/Jurusan/Fakultas : Pend. Bahasa Arab / Sastra Arab / Sastra
  8. Perguruan Tinggi  : Universitas Negeri Malang
  9. Pendidikan terakhir  : Doktor Pendidikan Bahasa Arab Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (S3), lulus tahun 2013
  10. Alamat Kantor        : Jl. Surabaya, 6 Malang. Telp. 551312
  11. Alamat Rumah : Jl. Raya Candi VI C No 13 Gang Pesantren Sabilur Rasyad Gasek Karangbesuki Sukun Malang, Telp (0341-559671) /HP. 082143020304
  12. Email/Website   :  syafaat.um@gmail.com / cahayaqurani.wordpress.com
  13. Nama Istri         : Sri Hidayati, S.Ag
  14. Nama Anak       :
    1. Nafila Lana Amalia (2001)
    2. Moh. Kafa Nasrullah (2004)
    3. Miza A’la Abqary (2013)

Riwayat Pendidikan Formal

  1. Madrasah Ibtidaiyyah Darul Huda Penataban Banyuwangi, 1981—1987
  2. Madrasah Tsanawiyah Negeri Banyuwangi, 1987—1990
  3. Madrasah Aliyah Negeri Jember I, 1990—1993
  4. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malang Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (S1) d/h UIN Malang, 1994—1998
  5. Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Arab (LIPIA), Jurusan Diploma 1 Persiapan Guru Bahasa Arab (D1), 1998—1999
  6. Program Pascasarjana Konsentrasi Pembelajaran Bahasa Arab Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malang (S2), d/h UIN Malang, 1999—2001
  7. Program S3 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (2009—2013)

Riwayat Pendidikan Non Formal

  1. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kaliwates Jember, 1990—1993
  2. Pondok Pesantren Darul Quran Singosari Malang, 1993—1995
  3. Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Karang Besuki Malang, 1997—2000

Pengalaman Mengajar

  1. Dosen bahasa Arab pada PKPBA UIN Malang, 1999—2014
  2. Dosen bahasa Arab pada Fakultas Agama Islam UNISMA Malang, 2000—2001
  3. Dosen bahasa Arab dan Tafsir di Prodi PBA Universitas Yudharta Pasuruan, 1999—2005
  4. Dosen bahasa Arab dan Ushul Fiqh di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Raden Rahmat Kepanjen Cabang Batu Malang, 2001—2002
  5. Instruktur Program terjemah al-Qur’an Sistem 40 Jam “Al-Istiqlal” Cabang Malang, 2000—2001
  6. Dosen bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam di Universitas Negeri Malang, 2004—2014
  7. Trainer CST (Corporate Spiritual Training) “ Insan Dinami” Malang, 2007—2014
  8. Dosen MK Qira-atul Qur’an di Prodi. PGMI UNISMA, 2004—2014

Pengalaman Penelitian

  1. Tahlil al-Akhtha’ al- Nahwiyyah wa al-Imlaiyyah Li al-Buhuts al-Jami ‘yyah, 2001 (Dana Mandiri)
  2. Analisis Stilistika Sintaksis al-Qur’an Surat al-Baqarah dan Makna yang Ditimbulkan, 2005, didanai DIK Lemlit UM (Ketua)
  3. Pemberdayaaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Melalui Organisasi Keagamaan di Kec. Lowokwaru, 2006, didanai DIK Lemlit (Anggota).
  4. Hermeneutika Untuk Kaum Pluralis; Analisis atas Ide-Ide Ukhuwah dalam Al Quran,  2006, didanai program Due-like Dikna (Anggota)
  5. Assesmen Kepuasan Mahasiswa Terhadap Dosen PAI Universitas Negeri Malang, 2006, didanai DIPA Lemlit UM (Anggota)
  6. Penyusunan Materi Tajdid Nahwi untuk Jurusan Sastra Arab UM, 2006, didanai program Due-like Diknas (Anggota)
  7. Pemetaan dan Perencanaan Skripsi 5 Tahunan Jurusan Sastra Arab UM, 2007, didanai oleh DIPA Lemlit dan Fakultas Sastra UM (Anggota)
  8. Analisis Stilistika Sintaksis Al Quran juz 1 – 15 dan Makna yang Ditimbulkan, 2007, Penelitian Dosen Muda, didanai oleh  DP2M Dikti (Ketua)
  9. Telaah Terhadap Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhaili Tentang Konsep Poligami Dalam Konteks Keadilan Gender, 2007, didanai oleh DIPA Lemlit UM (Ketua)
  10. Variasi Fonologis Dialek Mesir dan Arab Saudi, 2008, didanai oleh DIPA Lemlit UM (Ketua)
  11. Pandangan Para Mufassir Terhadap Konsep Poligami dalam Konteks Keadilan Gender, 2008, Penelitian Kajian Wanita, didanai oleh DP2M Dikti (Ketua)
  12. Pemetaan Penelitian Keagamaan yang di Universitas Negeri Malang, 2008, didanai oleh DIPA Fakultas Sastra UM
  13. Peningkatan Kualitas Bahan Ajar Pondok Pesantren di Jawa Timur Melalui Pengembangan E-learning Berbasis Kitab Kuning, 2009, Penelitian Strategis Nasional DP2M (ketua)
  14. Pengembangan Virtual Library Untuk Kitab Kuning Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pondok Pesantren di  Jawa Timur (tahap I), 2009, Penelitian Hibah Bersaing DP2M (Anggota).
  15. Pengembangan Virtual Library Untuk Kitab Kuning Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pondok Pesantren di  Jawa Timur (tahap II), 2010, Penelitian Hibah Bersaing DP2M (Anggota).
  16. Pengembangan Virtual Library Untuk Kitab Kuning Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pondok Pesantren di  Jawa Timur (tahap III), 2011, Penelitian Hibah Bersaing DP2M (Anggota).
  17. Peningkatan Kualitas Buku Ajar Pondok Pesantren Melalui Pengembangan Kitab Kuning berbasis Multi Source Content (MSC) (tahap I), 2011, Penelitian Hibah Bersaing DP2M (ketua).

Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat

  1. Pelatihan Teknik Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab untuk Asatidz Pondok Pesantren se-Kota Malang, tanggal 9 Januari  2004 di SAC JSA FS UM, didanai oleh Fakultas Sastra UM (Anggota).
  2. Pelatihan Peningkatan Kemampuan Baca Al Quran untuk Musyrif dan Musyrifah Ma’had Sunan Ampel al-Ali UIN Malang,   tanggal 17 Maret 2007 (pemateri).
  3. Lokakarya Pengembangan Model Pembelajaran Qawaid Berbasis at-Turats bagi Guru-Guru Ponpes se-kota Malang, tanggal 26 Oktober 2007 di SAC Jurusan Sastra Arab UM (Pemateri).
  4. Pelatihan Manajemen Tahfidz Al Quran untuk Mahasiswa, tanggal 17 Nopember 2007 di Ruang Halaqah Ma’had Sunan Ampel  UIN Malang (Pemateri).
  5. Pemanfaatan Software Al-Maktabah Asy-Syamilah Versi 2008 untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Bahasa Arab dan Keislaman, pada tanggal 21 Juni 2008 di Ruang Sidang Fakultas Sastra E-7 203 Universitas Negeri Malang (Pemateri).
  6. Pelatihan Maktabah Syamilah untuk Pondok Pesantren se-Kecamatan Singosari di Aula SMA al-Maarif, pada tanggal 3 Agustus  2008 (Pemateri).
  7. Pengenalan Maktabah Syamilah untuk Pondok Pesantren se-Kab. Malang di Aula Perpus. UM tanggal 5 September 2008 (Pemateri).
  8. Pelatihan Virtual Library untuk Pengurus Pesantren Seluruh Indonesia di PP Al-Hikam Malang, 2008 (Pemateri).
  9. Pelatihan Microsoft Word dan Powerpoint Berbasis Arab untuk Pengasuh Pondok Pesantren se-Kab. Malang di Lab. Komputer Fakultas Sastra tanggal 29-30 Nopember 2008 (Pemateri).
  10. Pelatihan Pemanfaatan Virtual Library Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kitab Kuning Bagi Guru-Guru Pondok Pesantren se-Kota Malang, 2009 (Ketua).
  11. Pelatihan Pemanfaatan Virtual Library Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kitab Kuning Bagi Guru-Guru Pondok Pesantren se-Kabupaten Malang di Pesantren Roudlatul Ulum Ganjaran Gondanglegi Malang, 2009 (Ketua).
  12. Pelatihan CST (Corporate Spiritual Training) bagi karyawan PT Semen Gresik di Bapelkes Murnajati Lawang Angkatan 30  tanggal 20 September 2009.
  13. Pelatihan CST (Corporate Spiritual Training) bagi karyawan PT Semen Gresik di Guest House Universitas Brawijaya Malang  tanggal 1-4 September 2010.
  14. Pelatihan Teknologi Pembelajaran PAI berbasis ICT dan Sosialisasi Maktabah Syamilah di sembilan provinsi (Tuban Jatim, Tangerang Jabar, Jakarta, Samarinda Kaltim, Medan Sumbar, Bierun Aceh, Dompu NTB,  Duri Riau) November s.d Desember 2010.
  15. Pemateri pada acara Ta’arruf Qurani IX di UIN Malang 15 November 2011, dengan tema: Motivasi, Manajemen dan Hambatan dalam Mengahafal al-Quran.

Keikutsertaan dalam Seminar Lokal,  Nasional dan Internasional

  1. Pembicara dalam Diklat penggunaan literatur sekunder dan tersier secara elektronis dan manajemen pengembangan perpustakaan pesantren se-indonesia untuk mendukung kegiatan pembelajaran di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang 9 Maret 2007, dengan tema: Praktik Penggunaan Perpustakaan Maya (Virtual Library) untuk Mencari Rujukan Sumber Hukum Islam
  2. Pembicara dalam Diklat Kepemimpinan IV Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffadz Universitas Islam Negeri Malang Tgl 17 September 2006, dengan tema: Aplikasi Manajemen Al Quran dalam Upaya Merealisasikan Kehidupan Qurani
  3. Peserta pada Pelatihan Leksikologi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada Jogjakarta pada tanggal 15—17 September 2007
  4. Peserta pada Seminar PAI di Hotel Jogjakarta tanggal 12 Oktober 2007
  5. Peserta pada Seminar Gender di Hotel  Surabaya tanggal 12 Oktober 2007
  6. Pembicara dalam Seminar Internasional: Bahasa Arab dan Sastra Islam, Kurikulum dan Perkembangannya, dalam rangka PINBA (Pekan Ilmiah Nasional Bahasa Arab) dan IMLA (Ittihadul Mudarrisin Lillughah al-Arabiyyah) tanggal 23—25 Agustus 2007
  7. Peserta dalam Seminar internasional tentan toleransi Islam dengan pembicara Dr. Munshif dari London di Aula A3 Universitas Negeri Malang
  8. Pembicara dalam Seminar internasional ”Al-Lughah Al-Arabiyyah wal aulamah wajhan liwajhin” di Batu Malang tanggal 23-24 Nopember 2008
  9. Peserta Seminar Nasional Pemberdayaan Dosen PAI, September 2009 di Puncak Bogor.
  10. Pemateri dalam pelatihan penerapan ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajaran Agama Islam (PAI) bagi dosen PAI di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS Samarinda) tanggal 5 Desember 2010.
  11. Pemateri dalam pelatihan penerapan ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajaran Agama Islam (PAI) bagi dosen PAI di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makdum Ibrahim (STITMA) Tuban tanggal 21 November 2010.
  12. Pemateri dalam pelatihan penerapan ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajaran Agama Islam (PAI) bagi dosen PAI di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hubbul Wathan Duri Riau tanggal 26 Desember 2010.
  13. Pemateri dalam pelatihan penerapan ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajaran Agama Islam (PAI) bagi dosen PAI di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu Nusa Tenggara Barat tanggal 2 Januari 2010.
  14. Pemateri pada Seminar Internasional bahasa Arab dengan tema: Al-Wahmu wa Su’ul Fahmi fi al-Masyakil al-Lughawiyyah Lada an-Nathiqina bi Ghair al-Arab, di UIN Malang tanggal 16-18 Desember 2011.

Penulisan Artikel dalam Jurnal Ilmiah:

  1. Sastra Arab Islam; Budaya progresif, 2005, Jurnal Al-Araby, Vol. 2 No. 2 Desember 2004 hal 113 ISSN 1693-3257
  2. Analisis Kesalahan Sintaksis dan ejaan Skripsi Mahasiswa UIN Malan, 2005, Jurnal Al-Araby, Vol. 3 No. 2 Desember 2005 hal 128 ISSN 1693-3257
  3. Penerapan Virtual library dan E-learning dalam Pelaksanaan Bahtsul masail; Sebuah Upaya Penguatan Lembaga Keagamaan Yang Kreatif dan Inovatif, 2008, JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN (JPP) LP3 UM ISSN 0854 – 8315
  1. Konsep Islam Tentang Pengembangan Nilai-Nilai Pelestarian Lingkungan Hidup, 2007, Jurnal Pendidikan Nilai, Vol. 14 Nomor 1, Mei 2007, ISSN 0853-8158
  2. Pengembangan Maktabah Syamilah untuk Pembelajaran Bahasa Arab dan Ilmu-Ilmu Keislaman, 2008, Al-Hujum UIN Malang, Vol. 4 No. 2 tahun 2008/ ISSN 1907-3518
  3. 7. Istikhdamul maktabah syamilah fi ta’limil lughah arabiyyah, 2008, Proceeding Seminar, Seminar internasional IMLA di Batu 23-24 Nop 2008
  4. Telaah Terhadap Tafsir Al-Munir  Karya Wahbah Az-Zuhaili tentang Konsep Poligami dalam Konteks Kesetaraan Gender, 2008, Jurnal Penelitian Kependidikan, Edisi 18 Nomor 1 Juni 2008 ISSN 0854-8323 hal 185-198
  5. Pandangan Para Mufassir terhadap Poligami dalam Konteks Kesetaraan Gender, 2008, Jurnal Penelitian Kependidikan, Edisi 18 Nomor 2 Desember 2008 ISSN 0854-8323 hal 185-198
  6. Struktur Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Dalam Perspektif Stilistika Sintaksis. Jurnal Bahasa dan Seni, edisi tahun 38, Nomor 2, Agustus 2010, hal 142-154,

Penulisan Buku Ajar

  1. Pendidikan Agama Islam untuk perguruan tinggi, 2005, Mentari Press. Bangil Pasuruan, Anggota Tim
  2. Reorientasi Pendidikan Islam, 2006, Al-Hilal Press. Pasuruan, Anggota Tim
  3. Pendidikan Agama Islam untuk SMP kelas VIII, 2007, UM Press, Anggota Tim
  4. Reaktualisasi Pendidikan Islam, 2010. Al-Hilal Press. Pasuruan, Anggota Tim

Penulisan Artikel Surat Kabar

  1. Komersialisasi Pendidikan Berkedok Amal Jariyah, 2005, Jawapos, Radar Malang
  2. Dahsyatnya Pusaran Energi Ramadhan, 2005, Jawapos, Radar Malang
  3. Gaji ke-13 Antara Senyuman dan Tangisan, 2006, Jawapos, Radar Malang
  4. Guru Juga Manusia, 2006, Jawapos, Radar Malang
  5. Filantropi Ramadhan, 2006, Jawapos, Radar Malang
  6. Reaktualisasi Makna Isra’ dan Mi’raj, 2006, Jawapos, Radar Malang
  7. Teka-teki Lailatul Qadr, 2007, Koran Rakyat
  8. Islam dan Rasa Aman, 2011. Jawapos, Radar Malang.

Pengalaman di Bidang Keterampilan

  1. Peserta magang kaligrafi selama tiga bulan di Sanggar Jamiyatul Khaththathien Jawa Timur di Sukun Malang, 2005
  2. Panitia penyelenggara Tryout Kaligrafi Tk. Jatim di UM, 2006
  3. Peserta Magang Kaligrafi berbasis Kaca Ukir di Gravier H. Achwan Kidul Pasar Malang, 2006

Pengalaman di Bidang Organisasi

  1. Pengurus HMJ PBA STAIN Malang periode 1995—1997
  2. Pembina Hai’ah Tahfidz al-Qur’an (HTQ) UIN Malang mulai 2002—2014
  3. Pembina teknis Badan Dakwah Masjid “Al-Hikmah” UM tahun 2005—2007
  4. Sekretaris LEPPA UM  tahun 2006—2014
  5. Pembina Al-Quran Studi Club (ASC) Universitas Negeri Malang 2010—2014
  6. Pembina dan dewan hakim MTQ Cabang Tafsir Kota Malang 2008—2014.

Prestasi yang pernah diraih

  1. Peserta Terbaik I Lomba Kaligrafi se IAIN Malang, 1994
  2. Peserta terbaik pertama seleksi penerimaan dosen LB bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Malang, 1999
  3. Peserta terbaik pertama seleksi penerimaan dosen PNS bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Negeri Malang, 2004
  4. Peserta terbaik pertama Musabaqah Tafsir Al-Quran Tingkat Kota Malang, 2003
  5. Peserta terbaik pertama Musabaqah Tafsir Al-Quran Tingkat Kota Malang, 2004
  6. Peserta terbaik keempat (harapan 1) Musabaqah Tafsir Al-Quran Tingkat Provinsi Jatim di Sumenep, 2005
  7. Peserta terbaik kedua Musabaqah Tafsir Al-Quran Tingkat Provinsi Jambi di Kab. Tanjung Jabung Timur, 2007
  8. Peserta Terbaik Pertama Seleksi Studi S3 Tujuan Timur Tengah (Maroko) yang diadakan oleh DEPAG RI, 2007
  9. Peraih nilai tertinggi  tes masuk S3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2009
  10. Wisudawan terbaik S3 Prodi Pend. Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 26 Oktober 2013
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: