Rabu, Mei 27Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Tag: Ponpesgasek

Dialektika Imam Al-Ghazali Memerangi Sifat Takabur

Dialektika Imam Al-Ghazali Memerangi Sifat Takabur

Akhlak, Amaliah
Ilustrasi Oleh: Mochammad Elfithruzuhru Ponpesgasek.com- Siapa yang tak mengenal Imam Al-Ghazali? Ya, nama besar Imam Al-Ghazali sebagai seorang ahli Fiqih, Filsuf dan Sufi itu menjadikannya salah satu tokoh terbesar sepanjang peradaban umat Islam. Namun, kebesaran namanya tidak lantas menjadikannya sosok yang takabur (sombong). Hal ini dapat dilihat dari bagaimana Imam Al-Ghazali memandang sifat takabur. Bahkan, ia menuntun umat untuk berdialektika memerangi sifat tercela itu. Takabur (Sombong): Pengertian dan Ciri-Cirinya. Salah satu dialektika Imam Al-Ghazali dalam memerangi sifat sombong dapat dilacak dalam kitab Bidayatul Hidayah. Al-Ghazali mengumpulkan sifat sombong bersama sifat tercela lainnya dalam satu pembahasan bertajuk maksiat hati. Menurut beliau, membersihkan hati dari...
Bahagia Itu Milik Siapa?

Bahagia Itu Milik Siapa?

Opini
Ponpesgasek.com - "Perkenalkan saya Zahra, tiap hari saya mengajar anak-anak berhitung, dan saya bahagia." Sebuah kalimat perkenalan singkat yang pernah saya dengar beberapa tahun lalu ketika mengikuti sebuah workshop komunitas. Kalimat yang terdengar optimis itu keluar dari bibir seorang teman wanita saya yang seorang pengajar muda. Pertemuan kami dulu tak sengaja. Ketika itu saya sedang ditanyai berbagai hal dalam forum diskusi kecil tentang bagaimana bahagia itu? tentang bisakah semua orang bahagia? dan milik siapa bahagia itu sesungguhnya? Tentu saja pertanyaan-pertanyaan itu di luar topik diskusi. Saya sedang berbusana kuning cerah, menjaga senyum tetap terjaga kepada penanya, namun masih sulit menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan ekspresi bahagia. Lalu Zahra datang, ia menjaba...
Memetik Ilmu Khidmah dari Kisah KH. Chusaini Ilyas

Memetik Ilmu Khidmah dari Kisah KH. Chusaini Ilyas

Akhlak
Ponpesgasek.com- Salah satu  hal yang perlu dicapai dalam hidup adalah ilmu yang bermanfaat. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seluruh umat manusia, tanpa ilmu manusia tidak ada harganya. Seberapa banyak manfaat dari ilmu yang kita dapat tergantung pada proses yang kita lalui. Salah satu faktor yang mendukung dalam proses tholabul ilmi adalah lingkungan yang baik. Dengan dukungan lingkungan yang baik, keberhasilan dalam proses tholabul ilmi akan lebih dirasakan. Pondok pesantren adalah tempat yang paling tepat untuk proses tholabul ilmi zaman sekarang. Karena hanya di pondok pesantrenlah kita bisa mendapatkan ilmu agama sekaligus ilmu dunia. Secara garis besar proses pembelajaran di pondok pesantren meliputi hal-hal berikut: Pelajaran Tentang Takzim Kepada Guru Guru, Ustadz, Ki...
Ngudud Itu Sakral, Bro! Bukan Kegiatan Sembarangan

Ngudud Itu Sakral, Bro! Bukan Kegiatan Sembarangan

Opini
Ponpesgasek.com- Sebelum membicarakan semua ini, sebaiknya saya mengaku saja. Saya benci rokok! Sebagaimana orang yang membenci buku, kerap membakar buku. Lha kalau saya, setiap ada rokok di saku, dan ada kesempatan, langsung saya bakar. Artinya, saya perokok. Bahkan artikel ini saya ketik sambil merokok, sesekali terbatuk kecil karena menghisap terlalu dalam. Entah berapa kali keluarga mengingatkan, baik dalam bentuk “presentasi” bahaya rokok, atau dalam bentuk omelan ringan. Mereka menghendaki saya berhenti merokok, atau setidaknya mengurangi. Saya menurut saja, rokok yang awalnya ada 12 batang, saya kurangi satu persatu hingga habis. Dengan cara dibakar dan dihisap tentunya. Berkurang, kan? Tapi serius, saat ini saya merokok tidak lebih dari 5 batang/hari. Setelah beberapa tahun lalu, m

Emansipasi, Feminisme, dan Islam

Opini
Ponpesgasek.com- Selamat datang di bulan April, bulannya emansipasi wanita Indonesia. Tidak jauh berbeda dengan awal Maret kemarin, ketika banyak orang ramai merayakan Hari Perempuan Internasional seolah-olah pada hari itu semuanya bertopik perempuan. Padahal ada juga hari laki-laki internasional, namun jarang sekali diperingati se-booming hari perempuan. Berikut adalah sedikit ulasan saya terkait perempuan, emansipasi, dan bagaimana islam menanggapi hal tersebut. Feminisme dan Hari Perempuan Berbagai macam cara dilakukan masyarakat dalam memperingati Hari Perempuan Internasional  8 Maret kemarin. Beberapa diantaranya dalam bentuk tulisan di surat kabar, majalah, dan media sosial. Tulisan-tulisan tersebut bertemakan kemuliaan perempuan, perjuangan perempuan, penjajahan perempuan hingga aj

Doa “keramat” KH. Marzuki Mustamar di Tahun Politik 2019

Amaliah, Doa, Opini
Ponpesgasek.com- KH. Marzuki Mustamar adalah ulama NU yang kharismatik. Kekharismatikan Abah Yai (demikian kami para santri menyebut beliau) dapat dirasakan oleh siapapun yang berinteraksi langsung dengan beliau. Dari sekian banyak yang berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan beliau adalah santri beliau di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang. Kekharismatikan Abah Yai dapat disaksikan dari setiap pengaosan (pengajian), khutbah, nasihat, cara bercanda, hingga doa-doa yang dipanjatkan setiap selepas shalat dan setelah pengaosan berakhir. Salah satu doa yang menampakkan kekharismatikan Abah Yai adalah do'a berikut: اَللَّهُمَّ اَصلِح مَن فِي صَلاَحِهِ صَلاَحُ الإِسلاَمِ وَالمُسلِمِينَ اَللَّهُمَّ اَهلِك مَن فِي هَلاَكِهِ  صَلاَحُ الإِسلاَمِ وَالمُسلِمِينَ اَللَّهُمَّ

Pelatihan Fiqh Tata Cara Mengurus Jenazah Bersama Ust. Riyanto

Fiqih, News
Ponpesgasek.com- Pondok Pesantren Sabilurrosyad melaksanakan Pelatihan Fiqih tentang tata cara mengurus jenazah di Masjid Nur Ahmad Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang pada Kamis malam (21/03). Pelatihan ini dilakukan bersama Ustadz Riyanto Abdul Aziz (Moden Ds. Dilem, Malang) sebagai tutor atau pelatih. Pelatihan ini dibuka dengan cerita pengalaman Ustadz Riyanto yang menjadi Moden (pengurus jenazah) sejak 2007 sampai sekarang. Menjadi Moden merupakan sebuah tanggung jawab besar. Kebanyakan orang tidak mau mengurus jenazah sehingga seorang Moden menjadi satu-satunya harapan masyarakat dalam mengurus jenazah. Keengganan banyak orang untuk mengurus jenazah itu disebabkan oleh ketakutan terhadap perbedaan aura orang mati dengan orang yang masih hidup. Hal ini menimbulkan ketakutan di k...

Pengurus Putri Periode 2019-2020 Ponpes Sabilurrosyad Resmi Dilantik

News
Ponpesgasek.com- Pengurus Putri Pondok Pesantren Sabilurrosyad periode 2017-2018 melaksanakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ)  sekaligus pelantikan pengurus baru periode 2019-2020 di Masjid Nur Ahmad, Ponpes Sabilurrosyad, Gasek Kota Malang (07/03). Pelantikan pengurus baru ini dilaksanakan setelah pengurus putri melakukan pemilihan lurah dan formaturan kepengurusan beberapa waktu lalu. Pelantikan pengurus baru dibuka secara formal dengan pembukaan yang dipandu oleh Rani May Putri selaku pembawa acara. Menyusul kemudian  pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dewi Nur ‘Azizah. Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Pengurus Lama periode 2017-2018 Pelantikan pengurus baru diawali dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) oleh seluruh jajaran pengurus periode sebelumnya. Badan Pengurus Harian (BPH)

Menyorot Perkembangan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Opini
Ponpesgasek.com - Dilansir dari KOMPAS.COM 16 Oktober 2018 kemarin, Badan Legislasi  Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR) resmi mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi RUU Inisiatif DPR RI. Bagiamana proses pembentukan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan tersebut? Apa implikasi terhadap kondisi keberagaman dan keutuhan Indonesia sebagai bangsa dan negara? Untuk menjawabnya, paling tidak, ada 3 poin yang perlu kita catat. 1. Ketidakhadiran Anggota Dewan Capai 70% Hanya 164 anggota dewan yang hadir dari total 560 anggota DPR RI dalam sidang paripurna. RUU ini diinisiasi oleh Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebenarnya miris mengetahui anggota dewan yang hadir bahkan tidak sampai sepertiganya, apalagi

Gempita Muharram 1440 H: “Hidupkan Semangat Keislaman Menuju Generasi Berintelektual dan Berakhlakul Karimah”

News
Ponpesgasek.com- Dalam rangka menyemarakkan Tahun Baru Hijriah, Ponpes Sabilurrosyad menyelenggarakan Gempita Muharram 1440 H. Peringatan Hari Besar Islam yang digelar selama sepekan ini resmi dibuka pada Kamis malam (13/9/2018) di Masjid Nur Ahmad Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Malang, dengan mengusung tema “Hidupkan Semangat Keislaman Menuju Generasi Berintelektual dan Berakhlakul Karimah”. Ada yang berbeda dengan peringatan Tahun Baru Hijriah kali ini. Peringatan Hari Besar Islam yang dirangkai dengan berbagai lomba ini, lebih meriah daripada tahun sebelumnya. Pasalnya, Gempita Muharram 1440 H menyuguhkan dua perlombaan baru yang tidak dijumpai pada peringatan sebelumnya. Jika sebelumnya para santri hanya berkreasi dan berkompetisi dalam lomba Cerdas Cermat, Tartil, Qiroatul Kutub, Fu