Selasa, September 29Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang
Shadow

Mau Sukses? Jangan Jadi Pengecut

Ilustrasi : Ria Ainun

Ponpesgasek.com – Setiap orang pasti ingin meraih kesuksesan dalam hidup. Namun, tidak sedikit pula orang yang belum dapat menemukan cara meraih kesuksesan. Mungkin di antara kita ada yang sedang mengalami hal semacam ini. Ada kalanya kita merasa jika kesuksesan masih jauh dari pandangan mata. Sedangkan kita tahu, sudah banyak dari teman-teman kita yang telah mencapai kesuksesannya dengan memiliki pendidikan yang tinggi, mendapatkan banyak penghasilan, dan sebagainya. Singkatnya, sukses adalah impian banyak orang.

Disarikan dari ceramah Gus Sabrang (channel Youtube Edukasi Maiyah), berikut ini adalah lima hal yang sebaiknya kita lakukan untuk menggapai kesuksesan.

1. Berawal dari Pola Pikir 

Sebenarnya, kita sudah mengalami banyak kesuksesan dalam hidup ini. Hanya saja, kita belum menyadari atau belum menghargai pencapaian-pencapaian itu. Menjadi sukses bukan tentang segalanya lebih baik atau lebih banyak dari orang lain. Akan tetapi, kesuksesan terletak pada diri kita sendiri. Terlebih lagi, sukses adalah tentang bagaimana agar kita mampu menjadi lebih baik setiap saat.

Segala sesuatu diawali dari pola pikir. Oleh karena itu, hendaknya kita mulai membangun mindset yang benar dan baik. Bermula dari apa yang kita pikirkan, kemudian akan keluar menjadi kata-kata. Hasil dari apa yang kita katakan akan menjadi perilaku. Perilaku akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang berulang akan membentuk karakter. Lalu karakter itulah yang akan mengantarkan kita menuju kesuksesan.

Sekali lagi, kita harus menanamkan dalam diri kita bahwasanya menjadi sukses itu bukan tentang mengalahkan orang lain, bukan pula harus lebih unggul dari pada orang lain.  Pemikiran yang benar adalah sebaliknya, yakni mengalahkan diri kita—dengan mengungguli capaian dan keberhasilan proses—yang kemarin. Setelah itu barulah kita menuju langkah sukses berikutnya, yakni menyadari potensi dalam diri kita masing-masing. Lalu mengembangkannya terus-menerus dengan disertai dedikasi dan komitmen penuh. Kita harus yakin, bahwa setiap dari kita memiliki keunikan masing-masing yang telah dianugerahkan oleh Allah.

2. Bekerja dengan Tepat

Orang yang sukses adalah orang yang mampu bekerja dengan tepat. Dalam bekerja tepat pastinya terdapat kerja keras yakni sifat tekun yang beriringan dengan mental pantang menyerah. Kualitas-kualitas diri yang seperti itu sangatlah dibutuhkan, karena kita tidak tahu indikator-indikator bekerja yang tepat itu bagaimana. Lagi pula kita pun tidak tahu, sebenarnya kapan usaha-usaha tersebut akan mendekati pintu sukses yang kita maksud. Kadangkala kita berpikiran seperti ini, “Aku melakukannya bertujuan untuk mencapai hal itu, namun apakah usaha yang kulakukan hari ini mencukupi?”.

Oleh karena itu, kita harus tetap rajin dan istikamah dalam melaksanakan segala proses-prosesnya. Baik itu sekadar hobi atau pekerjaan yang sedang kita tekuni. Hingga kita mampu memfokuskan energi dan waktu kita pada sesuatu yang tepat. Buah dari semua itu adalah kita akan menemukan momentum untuk bekerja dengan tepat, yang mana hal ini akan menjadikannya sebagai tangga kita menuju kesuksesan.

Akan tetapi momentum itu hanya akan datang ketika kita telah memiliki kesiapan mental dan kemampuan yang sudah matang. Misalkan kita ingin menjadi penulis, tentu penerbit tidak serta-merta menawari kita untuk menerbitkan karya kita. Sebab momentum yang seperti ini mustahil datangnya ketika kita masih memiliki kemampuan yang belum benar-benar matang dalam dunia tulis-menulis. Simpulan sederhananya adalah kita melakukan hal yang sama terus menerus, di lingkungan, tempat, dan berinteraksi dengan orang-orang pada bidangnya, inilah penopang mimpi dan kesuksesan kita.

3. Jangan Menjadi Pengecut

Hal yang lumrah di saat kita sedang dalam masa sulit biasanya kita mencari quotes yang dapat membuat semangat kembali bangkit. Misalnya sebuah quotes yang berbuyi, “Badai pasti berlalu”. Kita meyakini bahwa masa sulit ini akan segera berakhir dengan ending yang indah. Namun menurut gus Sabrang, pernyataan tersebut merupakan pernyataan seorang pengecut. Seharusnya, jika badai berlalu, maka cerah juga pasti berlalu. Kita harus gentle, jika badai sedang menerjang, maka kita harus bertahan. Ketika kita sedang cerah, maka kita patut mengucapkan alhamdulillah.

Dalam melakukan usaha pun begitu, kita tidak mungkin menjalaninya tanpa mengalami kegagalan. Kegagalan bukanlah keberhasilan yang tertunda, melainkan keberhasilan yang tidak terjadi. Bukan berarti ketika keberhasilan tidak terjadi maka keberhasilan akan hilang. Keberhasilan atau kesuksesan dapat terjadi berulang kali. Jadi, kegagalan adalah hal yang biasa. Ingatlah, di dalam balutan kegagalan pun terdapat serpihan-serpihan keberhasilan kecil yang dapat dipetik pelajarannya dan memulai kembali dengan lebih baik.

4. Istikamah

Kanjeng Rasulullah bersabda:

(أحبُّ الأعمال إلى الله أدومها وإن قلَّ (رواه الشيخان عن عائشة

“Pekerjaan-pekerjaan (yang baik) yang dicintai oleh Allah adalah pekerjaan yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit (HR. Bukhori dan Muslim dari Sayyidah Aisyah)”.

Sebagai manusia, wajar apabila kita memiliki banyak keinginan untuk dicapai. Apalagi dengan berkembangnya zaman yang serba canggih seperti saat ini, kita rela melakukan segala hal agar tidak ketinggalan zaman. Kita sering kali meninggalkan sesuatu yang telah ditekuni sejak lama untuk melakukan hal-hal yang baru.

Ketika kita kembali menjadi pembelajar baru secara berulang-ulang, maka pada suatu saat kita akan merasakan bahwa ini bukanlah passion kita, sebab kita kembali menggeluti proses-proses yang baru. Waktu yang dibutuhkan menuju kematangan pun tentunya kembali membutuhkan durasi yang lebih lama lagi. Lalu kita merasa tidak pernah sukses dengan kemampuan yang sedang diasah.

Mari merenungi kandungan hadis di atas, kita dapat memetik sebuah pelajaran bahwasanya kita tidak perlu bergelut dalam berbagai bidang sebab tuntutan zaman. Terlebih lagi ketika kita telah bosan melaksanakan rutinitasnya, kemudian kita malah memutuskan beralih ke bidang kemampuan yang baru. Cukup bagi kita untuk menekuni bidang yang sesuai dengan diri kita secara istikamah. Perilaku istikamah inilah yang selain akan mengantarkan kita kepada kesuksesan duniawi, juga akan mengantarkan kita kepada kesuksesan ukhrawi.

Santri Gasek dan Kegiatan Dapur

5. Bersikap Teliti

Memiliki sikap teliti sangatlah penting bagi kita dalam meraih kesuksesan. Mungkin sebagian dari kita menganggap enteng hal ini. Pada suatu kesempatan, sebaiknya kita menyisihkan sedikit waktu untuk diam, melihat, dan merenungi jalan hidup dengan saksama. Mari kita merenungi langkah-langkah dan usaha yang telah kita tempuh, sudahkah kita berusaha mempelajari dan memahami hingga ke bagian-bagian terkecilnya? Sebab tentu saja ketelitian langkah dalam menguasai kemampuan tertentu merupakan jalur yang tepat untuk mencapai  kesuksesan dan menjadikan kita ahli pada bidangnya.

Nah, berikut di atas adalah beberapa tips untuk meraih kesuksesan. Meskipun nantinya setiap orang dalam meraih kesuksesan pasti akan menempuh jalan yang berbeda-beda juga dengan hasil yang tentunya berbeda pula. Orang-orang yang sukses besar dalam hidupnya tidak terlahir dengan keadaan sudah sukses, akan tetapi melalui perjalanan panjang yang berliku-liku. Oleh karena itu, jika kita ingin sukses, maka jangan mudah menyerah dan putus asa. Apalagi menjadi pengecut.

Halalbihalal Tradisi Khas Nusantara

Penulis : Indah A. Maharani

Editor :  Teguh Hidayanto

Facebook Comments

1 Comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: