Senin, Maret 30Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Sowan Ibu—Sajak Rindu untuk Ibu—

Sowan ibu
ilustrasi: Mohammad Zakaria

Sowan Ibu

Assalamualaikum,

Sapa yang bagiku lama tidak mengudara

Beribu rintik hujan yang memisahkan hawa

Sehingga kita merasakan suasana yang berbeda

 

Ibu tahu?

Di balkon ini terpa angin begitu kencang

Begitu pula terpa rindu yang turut berperang

Mendesak memori untuk mengutarakan kenang

Baca Juga==> Bahagia Itu Milik Siapa?

Sungguh maksud hati ini sulit dituliskan

Kebaikan hatimu selalu mengoyak-ngoyak pikiran

Dengan apakah nanti, bongsormu ini mengabdikan diri?

Tak akan cukup usiaku untuk membayar kucuran keringatmu

 

Bu,

Jika balasku tidak cukup mengeringkan air matamu

Tidak cukup menggantikan pilu dan lelahmu

Tapi kau telah berpasrah pada sisi Gusti lebih dulu

‘Kan kuabdikan diri untuk sowan kepada cintamu

 

Yang,

Cinta itu tak pernah mati

Cinta tulus tak pernah padam

Cinta lembut yang setiap detik menyelimut

Doa-doa yang meneduhkan setiap langkah

Baca juga ==> Keluyuran Cinta ke Tanah Blambangan

Hanya Gusti yang mampu memberi

Seluruh jazaa di yaumil akhir nanti

Aku bersaksi,

Tiada cinta manusia yang lebih ranum selain cintamu

Tiada kasih manusia yang paling hangat, selain kasihmu

 

Bu,

Semoga putera puterimu menjadi bukti rampungnya tanggungjawabmu

Sebagai madrasah ula bagi buah hatimu

Love you as always, Bu

Penulis: Indah A. Maharani

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: