Selasa, Mei 26Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Ramadan, Bulan Kitab-Kitab Suci Diturunkan

Sumber: Pinterest.id
Ilustrasi gambar oleh: Vivian

Ponpesgasek.com – Assalamualaikum, pembaca setia ponpesgasek.com! Setelah melewati bulan Rajab dan Syakban yang mungkin terasa berat karena adanya pandemi, alhamdulillah, kita masih bisa merasakan nikmatnya bulan suci Ramadan. Meskipun sampai bulan Ramadan pun, pandemi ini belum juga berakhir. Semoga Allah swt. senantiasa memberi kita kesehatan dan mengampuni seluruh dosa saudara-saudara kita yang telah lebih dulu menghadap-Nya.

Nuansa Ramadan di Tengah Pandemi

Tahun ini mungkin agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena adanya pandemi ini, kita diharuskan untuk menerapkan pembatasan sosial (social distancing) dan  menjaga jarak fisik (physical distancing).

Meskipun begitu, melansir dari nu.or.id, PBNU mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menyambut gembira kedatangan bulan suci Ramadan. PBNU juga menganjurkan masyarakat untuk tetap melaksanakan salat tarawih dan salat Idul Fitri di rumah masing-masing atau sesuai protokol yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah masing-masing. Bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan semata-mata untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Kendati demikian, euforia Ramadan jangan sampai luntur, ya! Masih banyak, kok, ibadah-ibadah lain yang bisa kita lakukan untuk memeriahkan bulan suci Ramadan, memperbanyak membaca Alquran misalnya.

Baca juga => Catatan Ramadhan 2019 : Santri All Out Ala Gasek

Ramadan, Bulan Kitab-Kitab Suci Diturunkan

Berbicara tentang Alquran, proses turunnya kitab suci ini secara total terjadi di bulan Ramadan, tepatnya saat malam lailatul qodar. Namun, sudah tahukah Anda kapan kitab suci Injil, Zabur, dan Taurat diturunkan? Jawabannya telah dijelaskan dalam kitab Durratun Nashihin karya Syaikh Ustman bin Hasan bin Ahmad As-Syakir Al-Khoubawi. Di dalam kitab itu terdapat sebuah Hadis:

وَ عَنْ النَبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: نَزَلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ الصَلَاةُ السَّلَامُ أَوَّلَ لَيْلِةٍ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتْ التَّوْرَاة لِسِتٍّ مِنْ رَمَضَانَ، والإنْجِيْلُ لِثَلَاث عَشْرَةَ، وَالزَّبُوْرُ لِثَمَانِي عَشرَة مِنْ رَمَضَان، والقُرْآن لأَرْبَع وَعِشْرِيْن

Nabi Muhammad saw. bersabda: ‘Telah diturunkan shuhuf kepada Nabi Ibrahim as. pada malam pertama bulan Ramadan. Kitab Taurat diturunkan pada malam ke-6 Bulan Ramadan. Adapun Kitab Injil diturunkan pada malam ke-13 bulan Ramadan. Kitab Zabur diturunkan pada malam ke-18 bulan Ramadan, dan Kitab Alquran diturunkan pada malam ke-24 bulan Ramadan‘.” (Syaikh Ustman bin Hasan bin Ahmad As-Syakir Al-Khoubawi, Durratun Nashihin,  hal. 7)

Sebagaimana Allah menurunkan Alquran pada bulan Ramadan, dari Hadis di atas dijelaskan bahwa Kitab Injil, Zabur, dan Taurat juga diturunkan pada bulan Ramadan. Tidak hanya keempat kitab itu saja, Shuhuf Nabi Ibrahim as. juga diturunkan pada bulan istimewa tersebut.

Kitab Taurat

Kitab Taurat diturunkan Allah swt. kepada Bani Israil melalui utusan-Nya yaitu Nabi Musa as. pada tanggal 6 Ramadan di puncak Gunung Thursina. Nama Taurat sendiri berasal dari Bahasa Ibrani yaitu Toh•rah’ yang berarti perintah, ajaran, dan hukum. Kitab ini berisikan hukum-hukum syariah, akidah, dan kabar gembira akan datangnya seorang nabi dari keturunan Nabi Ismail as. yaitu nabi kita Muhammad saw.

Perlu kita ketahui bahwa kondisi Kitab Taurat yang ada saat ini tidak lagi murni. Isi Kitab Taurat telah dirubah oleh Ahli Kitab (Yahudi). Hal ini diterangkan dalam kitab Al-Jawahir Al-Kalamiyah halaman 15.

Kitab karya Syaikh Thahir bin Shalih Aljazairi itu menyebutkan di antara bukti bahwa Taurat isinya telah berubah adalah tidak disebutkannya tentang surga, neraka, hari kebangkitan dari kubur, hari perkumpulan di Padang Mahsyar, dan juga hari pembalasan. Padahal itu semua merupakan perkara penting yang selalu disebutkan di kitab-kitab ilahiah. Termasuk di antara bukti yang lain yaitu terdapat perubahan tentang masalah wafatnya Nabi Musa as. di bab akhir.

Kitab Injil

Kitab Injil diturunkan Allah swt. kepada kaum Nasrani melalui Nabi Isa as. pada tanggal 13 Ramadan. Nama Injil diambil dari Bahasa Yunani yaitu euaggelion yang berarti kabar gembira. Alasan kenapa kata euaggelion dipakai adalah karena Injil memberitakan sebuah kabar gembira tentang akan datangnya  seorang utusan Allah swt. terakhir bagi alam semesta, yaitu Nabi Muhammad saw. Selain itu, Kitab Injil juga berisikan ajakan untuk mengesakan Allah swt., menghapus sebagian isi kitab Taurat, dan menggantinya sesuai dengan keadaan pada masa itu.

Sebagaimana Kitab Taurat, menurut ulama pakar, kondisi Kitab Injil pada zaman ini di tangan para Ahli Kitab (Nasrani) telah mengalami perubahan. Injil yang ada saat ini terdiri dari empat jenis yang dikarang oleh empat orang Ahli Kitab yang tidak pernah bertemu dengan Nabi Isa as. sama sekali. Mereka adalah Matta (Matius), Marqaz (Markus), Luqa (Lukas) dan Yuhana (Yohanes). Empat jenis injil ini dinamakan sesuai dengan nama pengubahnya masing-masing.

Adapun keempat jenis Injil tersebut isinya saling bertentangan satu dengan yang lainnya dalam banyak hal. Sekitar seratus tahun setelah Nabi Isa as. diangkat ke langit oleh Allah, orang-orang Nasrani mengganti isinya dan merusaknya hingga menjadi lebih dari empat jenis Injil ini dengan tujuan menyelamatkannya dari banyaknya pertentangan dan perbedaan. Keterangan ini diuraikan dalam Kitab Al-Jawahir Al-Kalamiyah halaman 16.

Baca juga => Safari Ramadhan ke Ponpes Sabilurrosyad, Walikota Malang Ajak Santri Kokohkan Bumi Arema

Kitab Zabur

Kitab Zabur diturunkan Allah swt. kepada Bani Israil melalui Nabi Daud as. pada tanggal 18 Ramadan di Palestina. Hal ini juga dijelaskan dalam Alquran surah An-Nisa ayat 163. Dalam Alquran, Kitab Zabur disebutkan dalam bentuk mufrad dan jamak yaitu zabuur dan zubur. Lafaz zabuur (mufrad) disebutkan dalam tiga ayat dalam Alquran, sedangkan lafaz zubur (jamak) disebutkan pada sembilan ayat.

Isi kitab Zabur di antaranya sekumpulan zikir, nasihat, serta hikmah. Di dalamnya tidak terdapat hukum syariat karena Nabi Daud as. diperintahkan untuk mengikuti syariat Nabi Musa as.

Kitab Alquran

Kitab Alquran diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. pada tanggal 24 Ramadan di Gua Hira’. Alquran adalah mukjizat sekaligus bukti terbesar kenabian Rasulullah Muhammad saw. Alquran disebut demikian sebab keberadaannya sebagai ayat ‘aqliyah yang abadi sepanjang masa dan dapat direnungkan setiap saat dengan akal pikiran.

Berbeda dari kitab-kitab suci sebelumnya yang hanya berlaku bagi suatu kaum tertentu, Alquran bersifat universal. Isi dari kitab ini berlaku bagi seluruh umat manusia. Alquran merupakan kitab ilahi yang paling akhir diturunkan dan menghapus masa berlaku kitab-kitab sebelumnya. Hukum yang ada dalam Alquran berlaku hingga hari kiamat. Dan Allah telah menjamin keaslian dan kemurnian Alquran sehingga tidak ada yang bisa mengubahnya hingga akhir zaman kelak sebagaimana tercantum dalam firman-Nya:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإنَّا لَهُ لَحٰفِظُوْن

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya,” (QS. Al-Hijr: 9)

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita ketahui adanya kaitan erat antara Ramadan dan kitab-kitab Allah. Oleh karena itu, Ramadan disebut sebagai bulan yang mulia, bahkan lebih mulia dari seribu bulan.

Baca juga => Halalbihalal Tradisi Khas Nusantara

Marilah, kita sebagai umat Islam yang sangat bahagia menyambut tibanya bulan Ramadan, kita perbanyak bacaan Alquran serta ibadah-ibadah dan amal saleh yang lain. Insyaallah dengan keutamaan Ramadan, pahala yang kita dapat akan dilipatgandakan. Dan dengan kemuliaan Ramadan pula, semoga pagebluk virus korona segera terselesaikan. Amin ya rabbal alamin.

Untuk mengetahui jadwal imsakiyah Ramadan 2020 (1441 H) di kota Malang, dapat diakses pada laman berikut ini => Jadwal Imsakiyah Hari Ini Kota Malang

Penulis: Rindia Meirisa Aris T

Editor: Indah A Maharani

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: