Rabu, Juli 15Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Petuah KH. Marzuqi Mustamar Dalam Tasyakuran Wisuda Santri Gasek, Malang

petuah KH. Marzuqi Mustamar
Ilustrasi: Mohammad Zakaria

Ponpesgasek.com-  Tasyakuran wisuda santri putra dan putri Ponpes Sabilurrosyad Gasek dilaksanakan pada hari Selasa malam kemarin (7/01/2020). Acara ini telah direncanakan dan dipersiapkan sebaik mungkin oleh para wisudawan. Dalam Tasyakuran wisuda kali ini, turut hadir Abah Warsito, kiai Muhibbin, dan ustadz Bisri Musthofa.

Rangkaian Acara Tasyakuran Wisuda

Dalam tasyakuran wisuda ini terdapat serangkaian acara, di antaranya: penampilan banjari,  pembacaan istighosah yang dipimpin oleh ustadz Bisri Musthofa, kemudian sambutan dan petuah dari KH. Marzuqi Mustamar, dan dilanjutkan dengan doa. Setelah serangkaian acara selesai maka dilanjutkan dengan sesi makan-makan alias talaman. Hal itu sudah menjadi tradisi dalam setiap tasyakuran wisuda santri.

Setelah itu para wisudawan melakukan foto bersama dengan KH. Marzuqi Mustamar, Abah Warsito, ustadz Muhibbin, dan ustadz Bisri Musthofa. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar santri yang dipimpin langsung oleh KH. Marzuqi Mustamar.

Petuah KH. Marzuqi Mustamar Kepada Santri dan Wisudawan

Adapun petuah yang disampaikan KH,. Marzuqi Mustamar kepada wisudawan dan juga santri di antaranya adalah perintah menjaga Indonesia yang menurut dawuh Abah juga termasuk menjaga amanah Allah. Aset Islam paling banyak juga ada di Indonesia. Para hafidz qur’an, makam wali, makam ulama, pesantren, masjid dan juga madrasah TPQ  banyak terdapat di Indonesia. Komitmen menjaga kenusantaraan dan melestarikannya termasuk menjaga amanat Allah. Menjaga amanat Islam itu dilakukan dengan menjaga kesatuan NKRI. Apabila NKRI utuh, maka aman keadaan Islam di pulau Jawa dan aman pula keadaan Islam di luar pulau Jawa.

Para ulama pulau Jawa berfatwa untuk tidak menghancurkan candi-candi atau menghilangkan tradisi. Tradisi dan kebudayaan di daerah tertentu merupakan hasil cipta, karya, dan rasa. Para ulama dan kiai Jawa ketika berdakwah tidak dengan cara membongkar dan menghilangkan tradisi serta kebudayaan yang telah ada di daerah tersebut.

Bagian dari makna Islam Nusantara adalah berislam dengan berkomitmen manjaga paham, ilmu, akhlak, dan tradisi keislaman yang dari dulu sudah ada sejak zaman wali songo di Indonesia. Berislam tidak harus meninggalkan ke Indonesiaan.

Penulis: Kumillaela

Editor: Zahro’ul Aini

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: