Kamis, Juli 16Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Mengenal Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kota Malang

Selayang Pandang Pondok Pesantren Sabilurrosyad

Pondok pesantren Sabilurrosyad merupakan pondok yang didirikan dalam naungan sebuah yayasan “Sabilurrosyad”. Nama Sabillurrosyad yang disandang pondok ini merupakan usulan salah satu pendiri yayasan, yaitu KH. Dahlan Tamrin.

Sejak tanggal ditanda tanganinya akte notaris tepatnya pada tangal 23 Maret 1989  oleh sejumlah kyai, yaitu KH. Dahlan Tamrin, H. Moh. Anwar, H. Mahmudi Zainuri dan M. Rifa’i Chaliq, yayasan ini resmi berdiri.

Dalam akta notaris yang telah disahkan, tertulis bahwa mereka setuju dan sepakat untuk mendirikan sebuah badan hukum yang berbentuk yayasan.

Untuk mendirikan sebuah yayasan, mereka menyisihkan harta kekayaannya berupa sejumlah uang dan sebidang tanah seluas 2000 m2 yang terletak di dusun Gasek, desa Karang Besuki, kecamatan Sukun, Kota madya Malang yang menjadi aset utama milik yayasan.

Adapun dasar, sifat, maksud, dan tujuan  didirikannya yayasan ini yaitu sesuai dengan pasal 3 pada akta notaris yang dibuat, sebagai berikut:

  1. Yayasan ini berdasarkan Pancasila, UUD 45 dan GBHN
  2. Yayasan ini bersifat terbuka, kekeluargaan dan gotong royong.
  3. Maksud dan tujuan yayasan ini adalah:
    1. Menyelenggarakan pendidikan formal maupun non formal yang bernafaskan keagamaan
    2. Mengadakan penelitian sosial keagamaan
    3. Menyelenggarakan dakwah untuk pengajian dan media lainnya
    4. Menyelenggarakan pendidikan kader
    5. Menyelenggarakan kegiatan di bidang sosial keagamaan

Berdasarkan tujuan tersebut, maka sasaran kegiatan ini adalah pelajar atau mahasiswa yang berada di daerah Kota Malang dan sekitarnya serta masyarakat Islam pada umumnya. Sedangkan sumber dana kegiatan ini berasal dari infaq/shadaqah dari perorangan/lembaga baik  pemerintah maupun swasta.

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Sabilurrosyad

Pondok pesantren Sabilurrosyad terletak di dusun Gasek, desa Karang Besuki, Kec. Sukun, Kota Malang. Sebelum pondok ini berdiri, rata-rata penduduknya adalah non-muslim. Agama penduduknya masih minim. Apalagi di desa itu telah berkembang proses Kristenisasi. Melihat kondisi seperti itu, beberapa tokoh agama di desa tersebut prihatin dan menimbulkan keinginan mereka untuk mendirikan sebuah pondok pesantren, dengan alasan:

  1. Untuk mempertahankan agama Islam; dan
  2. Membentengi masyarakat agar tidak terpengaruh ajaran-ajaran agama Kristen.

Dengan munculnya ide mulia itu, salah satu dari mereka, yang namanya tidak mau disebutkan, mewakafkan tanahnya seluas ± 2000 m2, dan diserahkan pada lembaga NU untuk dibangun sebuah pondok pesantren. (Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat untuknya. Amin).

Kemudian dari dana yang dikumpulkan dari beberapa tokoh itu dan dengan niat bismillah, dibangunlah pondok itu satu lokal. Karena semakin hari santri semakin bertambah dan pondok itu belum ada pengasuhnya dan masih dalam pengawasan yayasan Sabilurrosyad, maka KH. Marzuki Mustamar yang sebelumnya mempunyai santri berjumlah ± 21 orang, putra dan putri, yang tinggal di kontrakan diminta oleh pihak yayasan menjadi pengasuh pondok pesantren Sabilurrosyad.

Akhirnya KH.Marzuqi Mustamar beserta santrinya pindah di lingkungan pondok. Tetapi hanya santri putra yang menempati pondok tersebut mengingat bahwa yayasan Sabilurrosyad hanya mendirikan pondok khusus putra tidak untuk putri. Akhirnya santri putri tetap diasuh oleh ustadz Marzuki dan lepas dari tanggung jawab yayasan dengan beberapa lokal asrama sebagai tempat tinggal santri putri.

Beberapa tahun kemudian pengasuh pondok pesantren Sabilurrosyad bertambah, yaitu Ustadz Murtadlo Amin dan Ustadz Abdul Aziz Husein.

Tahun demi tahun berjalan dan santri semakin bertambah, maka pihak yayasan membentuk panitia pembangunan masjid dan pondok. Tepatnya sekitar tahun 2001. Tujuan pembangunan ini adalah :

  1. Sebagai fasilitas untuk ibadah dan kegiatan pengajaran untuk para santri dan masyarakat sekitar.
  2. Adanya fasilitas yang layak sebagai tempat ibadah, mengingat daerah ini berada di tengah-tengah kota yang bersih dan indah
  3. Adanya fasilitas untuk asrama santri yang memadai dan memenuhi syarat.
  4. Adanya fasilitas ini memungkinkan tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Dengan pembangunan itu di peroleh 3 lokal asrama santri putra, dengan beberapa fasilitas yang memadai. Tahun berikutnya dibangun lagi 2 lokal.

Tokoh-Tokoh Pendiri Dan Kepengurusan Pondok Putra Pesantren Sabilurrosyad 

Diatas telah diuraikan secara singkat sejarah berdirinya pondok pesantren Sabilurrosyad, maka uraian selanjutnya akan disebutkan tokoh pendiri dan pemrakarsa berdirinya pondok pesantren tersebut. Dalam peristiwa sejarah tokoh penggerak merupakan komponen utama dalam penulisan suatu peristiwa sejarah. Karena tokoh sejarah adalah sebagai penyebab lahirnya peristiwa sejarah tersebut.

Diantara pemrakarsa berdirinya pondok diantaranya adalah H.Ismail (Alm), H.Muslimin dan dibantu beberapa tokoh masyarakat desa Gasek. Selanjutnya dibentuklah pengurus yayasan Sabilurrosyad untuk mengembangkan pondok tersebut, diantara nama-nama pengurus yayasan periode pertama adalah sebagai berikut:

Pelindung               :  Walikota kepala daerah tingkat II Malang

Penasehat               :   – KH.Abdullah

                – KH.Baidlowi Muslich

                – H.Sun’an

Ketua                      :  H. Moh.Anwar

Wakil                      :  Drs. Mahmud Zainuri

Sekretaris                :  KH. Dahlan Tamrin

Wakil                      :  Drs. Asnawi

Bendahara              :  H. Nachrawi

Wakil                      :  Drs. H. Hanif

Anggota                 :  – Ir. Sunardi

                                  – Moh. Rifa’i Chaliq

                                – H. Tantowi Fadeli SH.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: