Senin, Maret 30Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek

madin
Ilustrasi : Naylatul Izah

Ponpesgasek.com – Pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan agama yang bertujuan untuk menciptakan insan yang ber-akhlakul karimah. Pada zaman modern ini, pondok pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan Islam yang masih dipercaya oleh masyarakat sebagai benteng terakhir yang mempertahankan nilai-nilai moral Islam yang luhur dan santun.

Di pondok Gasek sendiri, yang santri-santrinya rata-rata berstatus sebagai mahasiswa, dalam proses pendidikannya memiliki sistem yang sangat menekankan pada aspek pembinaan moral. Bidang keilmuan yang diajarkan di antaranya nahwu, shorof, akhlaq dan fiqih. Pengajaran kitab-kitab kuning tersebut mampu memberikan bekal kepada santri yang juga mahasiswa agar dapat menyelesaikan permasalahan yang muncul ketika sudah terjun di masyarakat. Tidak hanya itu, bekal agama yang telah di peroleh semoga menjadikan santri mengetahui mana yang benar dan salah, sehingga mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat.

Awal Pembentukan Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Sabilurrosyad

Pada awalnya, pelaksanaan pendidikan yang berlangsung di Ponpes Sabillurrosyad menggunakan sistem yang membaur satu sama lain. Semua santri baik yang sudah lama tinggal di pondok dan sudah pandai membaca kitab belajar bersama-sama dengan santri baru yang memiliki kemampuan dasar. Akan tetapi, akibat dari diberlakukannya sistem tersebut menimbulkan kesenjangan antara santri yang baru tinggal di pondok dan belum memiliki dasar untuk memahami kitab kuning dibandingkan dengan santri yang telah mahir. Para santri terkadang mengeluh karena tidak mampu mengikuti pelajaran sebagaimana santri biasa. Sistem ini terpaksa ditempuh karena jumlah santri yang masih sedikit. Keadaan ini tidak memungkinkan untuk menempatkan santri ke dalam kelas yang terpisah.

Dari tahun ke tahun, jumlah santri pondok pesantren Sabillurrosyad makin bertambah. Sehingga pada bulan Sya’ban tahun 1422 H dibentuklah madrasah diniyah. Madrasah diniyah inilah yang menjadi naungan sekaligus menghidupi kegiatan pembelajaran di pondok Gasek. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara klasik, dengan menggunakan kurikulum yang telah diputuskan oleh Asatidz pemangku madin.  Lalu santri di klasifikasikan berdasarkan kemampuan mereka masing-masing. Dengan berjalannya sistem yang baru ini diharapkan menjadi jawaban atas masalah kesenjangan kemampuan di antara para santri.

Nama dan Kedudukan

Nama lembaga pendidikan madrasah adalah “Madrasah Diniyah Sabilurrosyad” yang memiliki lima jenjang yaitu kelas I’dadiyah, I, II, III, IV, V.

Kedudukan madrasah dalam struktur organisasi pondok pesantren Sabillurrosyad langsung diampu oleh dewan pangasuh pesantren, dan memiliki garis koordinasi dengan pengurus pesantren Sabilurrosyad. Kemudian, secara resmi madrasah diniyah dimulai setelah hari raya Idul Fitri, tepatnya pada hari rabu tanggal 02 Januari 2002.

Sistem Belajar Mengajar dan Kurikulum Madrasah

Sistem belajar mengajar madin pondok pesantren Sabilurrosyad menggunakaan metode balaghan dan sesekali diselingi dengan sorogan. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di masjid Nur Ahmad pesantren Sabilurrosyad.

Santri belajar di madrasah diniyah kurang lebih selama satu setengah jam di setiap hari. Sistem evaluasi atau ujian dilaksanakan 2 kali  dalam setahun.

Perkembangan Madrasah Diniyah

Perkembangan madrasah diniyah makin lama makin membaik. Pada awal berdirinya jumlah santri yang mengikuti  diniyah ada 65 orang dengan rincian :

Kelas I :

    • IA sebanyak 25 orang
    • IB sebanyak 17 orang

 

Kelas II sebanyak 27 orang

Kelas III sebanyak 11 orang

Setelah beberapa tahun berjalan, Madrasah Diniyah Sabilurrosyad mengalami kemajuaan yang pesat. Baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Hingga ketika dokumen ini diterbitkan, kelas-kelas diniyah telah memiliki lima jenjang kelas dengan rincian berikut:

Putra :

  1. Idadiyyah       : 42 Santri
  2. Awaliyyah 1A  : 32 Santri
  3. Awaliyyah 1B  : 36 Santri
  4. Awaliyyah 2 : 71 Santri
  5. Awaliyyah 3 : 65 Santri
  6. Awaliyyah 4 : 30 Santri
  7. Awaliyyah 5 : 39 Santri

Putri :

  1. Idadiyyah        : 48 Santri
  2. Awaliyyah 1A  : 48 Santri
  3. Awaliyyah 1B  : 36 Santri
  4. Awaliyyah 2A  : 40 Santri
  5. Awaliyyah 2B  : 43 Santri
  6. Awaliyyah 3 : 67 Santri
  7. Awaliyyah 4 : 38 Santri
  8. Awaliyyah 5 : 32 Santri

Jumlah santri yang tercatat aktif mengikuti kegiatan diniyah saat ini mencapai 667 Santri Mahasiswa, terdiri dari 315 santri Putra dan 352 santri Putri.

Susunan Kepengurusan Madrasah Diniyah Sabilurrosyad

 

Kepala Madrasah              : Ust. Moh. Bisri Musthofa, M.Ag

Bidang Kurikulum             :

  1. Ust. Miftahul Bari, M.Pd
  2. Ust. Hasan Albanna
  3. Dewi Nur Azizah
  4. Rendisetyo A.

Bidang Kesiswaan             :

  1. Ust. Mahbub Kholiduzen, S.HI
  2. A. Syamsuddin
  3. Munirotun Naimah, S.Pd
  4. Eva Khoirotun Nisa

Keuangan                         :

  1. Lailatul Nur Azizah
  2. Eko Wahyudi

Administrasi                     :

  1. Nur Jihad
  2. Iva Khoirotun Nisa

Visi : Diniyah mengupayakan santri putra dan putri mampu memahami semua ajaran Islam menurut Alquran dan Hadis.

Misi : Melaksanakan suasana pembelajaran agama Islam yang kondusif dan lain-lain yang mendukung.

Untuk informasi jadwal dan asatidz yang mengajar dapat diunduh melalui link berikut ini :

Unduh Informasi Jadwal & Asatidz yang mengajar

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: