Kamis, Oktober 29Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang
Shadow

Jangan Mau Mati Jenaka

Ilustrasi Gambar Oleh: Moh. Zakaria

Ponpesgasek.com Jangan mau mati jenaka, kau yang tengah merasa lelah menelan pahitnya perjuangan. Kau yang sedang jatuh entah yang ke berapa kalinya. Kau yang merasa patah cinta kepada pencipta semesta. Pada lembaran ini telah ku tulis sebuh puisi. Tentang arah pengharapan kepada Yang Maha Pasti. Semoga kau lekas sadar bahwa rahmat Tuhan itu nyata, meski kau tak tahu di mana keberadaan dan kapan datangnya.

Jangan Mau Mati Jenaka

Oleh: Indah A. Maharani

Kau,

yang tengah bergolak hatinya,

yang mencintakan lelap kedamaian,

sebab lelah terapung-apung kesangsian,

layaknya telur yang mencoba kokoh di atas tanduk kerbau gila,

ditambah amukan angin yang menderita,

jatuh ke depan kau tertindas,

roboh ke belakang kau tergilas.

 

Tetaplah bertahan,

barangkali kerbau akan membawamu ke gudang jerami,

boleh jadi, di sana banyak ayam yang siap mengerami,

memangnya, kau mau pecah sia-sia?

bukannya kelak kau ingin hidup sentosa?

jangan sampai kau memilih lenyap percuma,

Tuhan tidak akan membiarkanmu mati jenaka.

 

Oleh sebab itu,

harapanmu harus senantiasa utuh,

hadapi kecarut-marutan pikiranmu dengan kesadaran penuh,

jalani kehidupanmu dengan seluruh,

wujud gunung terjal bukan untuk membuatmu rapuh,

melainkan untuk mendidikmu agar semakin tangguh,

larutkan residu yang menyumbat keyakinanmu,

bahwa Tuhan tak mengujimu tanpa menjejakkan makna,

Ia tak pernah absen mendengarkan doa-doa hamba-Nya,

perihal cinta, adalah Tuhan yang tak pernah menjadikannya bahan bercanda.

 

Baca Juga Puisi menarik lainnya:

Derai Cita

Hidup yang Mati

Sowan Ibu—Sajak Rindu untuk Ibu—

 

 

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: