Kamis, Oktober 29Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang
Shadow

Hidup yang Mati

Hidup yang Mati
Ilustrasi Oleh: Ria ‘Ainun Nafi’ah | Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/kayu-alam-hutan-pohon-242201/

Hidup yang Mati

Oleh: Mutmainnah

Jika saja lidah itu bicara

Mungkin jutaan keluhan pula kau akan dengar darinya

Aku kelu, mengeja kata-kata yang bahkan sama sekali tak berharga

Jika saja tubuh itu bercerita dan kau merasakannya

Mungkin kau mati perlahan pula karenanya

 

Aku sekarat bukan karena beban berat

Tapi kau membunuhku dengan hasratmu yang hebat

Melambung tinggi, namun kau meringkuk menyembunyikan diri

 

Jika saja keringat itu mampu meminta

Ia tak akan pernah bersedia kau tumpahkan cuma-cuma

Yang akhirnya hanya menghanyutkan asa yang telah ia jaga

Aku menjaganya, namun kau membuatku menghanyutkannya hingga tak bersisa

Cerminmu terselip?

Atau akal dan hatimu masih asyik berlanglang buana?

 

Apa bisa kau dikatakan sebagai manusia

Ketika di dalam dirimu semuanya kedaluwarsa

Membusuk bersama anganmu yang hebat itu

Mengapa tak kau coba gerakkan sendi-sendi tubuhmu

Lalu merangkak mengikuti cahaya yang dihadapkan padamu

 

Kukira kau bisa diajak bicara

Atas segala penyiksaanmu pada mereka, buka mata itu dan perhatikan

Seterang apapun cahayanya

Tak akan mampu menembus retinamu kalau kau menghalanginya dengan batu

 

Malang, 2019.

Baca Juga Karya Puisi Lainnya:

Facebook Comments

1 Comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: