Senin, Maret 30Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Doa Yang Mustajab

Ponpesgasek.com – Kita pasti pernah berfikir kalau doa yang kita panjatkan tiap waktu seperti tak kunjung dikabulkan. Malah sebagian dari kita mungkin berfikir jika Allah tidak adil karena doa kita tidak dikabulkan. Urusan dikabulkan atau tidaknya doa, sebenarnya kembali kepada prasangka diri sendiri kepada Allah SWT. Jadi, memperbaiki prasangka kita kepada Allah SWT lebih utama ketika merasa doa kita belum dikabulkan. Berikut ini, beberapa tips yang harus diperhatikan jika doa kita ingin diijabah oleh Allah SWT:

Mencari Waktu Yang Mustajab Untuk Berdoa

Yang pertama, ketahuilah kapan waktu mustajab untuk berdoa. Apakah waktu-waktu berdoa yang baik itu di waktu pagi, siang, sore, dan malam? Pada hakikatnya, berdoa itu tidak mengenal waktu, sebab Allah hanya memerintah kepada makhlukNya untuk berdoa. Seperti firman Allah :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ

Yang artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Ghofir:60).

Allah hanya memerintah saja, tidak menyebutkan waktu-waktu untuk berdoa. Namun banyak dalam hadits nabi yang menyebutkan kapan saja waktu yang mustajab untuk berdoa. Antara lain setelah sholat, diantara dua khutbah, diantara adzan dan iqomah, ketika hujan, di sepertiga malam terakhir dan masih banyak lagi.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا ، حِيْنَ يَبْقَى ثَلَثَ اللَّيْلِ الآخَرِ، يَقُوْلُ : مَن دَعَانِي فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلْنِي فَأَعْطِيْهُ ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرُ لَه

Yang artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhori dan Muslim).

Berdoa sudah menjadi kewajiban setiap makhluk. Ada yang mengatakan jika tidak pernah berdoa ia dianggap sombong karena seolah-olah ia hidup diatas buminya sendiri dan tidak menganggap Allah yang menghidupkannya. Simpel saja, berdoa itu gampang dan gratis. Sudah tau gratis, kenapa tidak dilaksanakan?

Meminta Doa Orang Tua

Salah satu doa yang pasti dikabulkan Allah yaitu doa orang tua kepada anaknya. Seperti dalam hadits nabi Muhammad SAW:

دُعَاءُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ كَدُعَاءِ النَّبِي لِأُمَّتِهِ رَوَاهُ إِمَامُ دَيْلَمِي مِنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا

Artinya: Doa orang tua itu seperti doa nabi kepada umatnya (HR Imam ad-Dailami dari Shahabat Anas bin Malik).

Betapa bahagianya menjadi orang tua bukan? Tidak mengenal waktu mustajab, doa mereka kepada anaknya pun pasti dikabulkan. Oleh karena itu, para orang tua untuk lebih berhati-hati ketika mengucapkan apapun, apalagi ketika sedang tidak enak hati kepada anaknya. Ucapan jelek bisa jadi dikabulkan oleh Allah ketika orang tua kurang bisa menjaga ucapannya ketika marah. Naudzubillahi min dzalik.

Doa Anak Untuk Orang Tua

Ternyata tidak hanya doa orang tua kepada anak saja yang mustajab, doa anak kepada orang tua juga mustajab. Kapanpun dan dimanapun ketika anak mendoakan orangtuanya pasti mustajab. Apalagi jika seorang anak mendoakan orangtua yang sudah meninggal itu lebih mustajab. Sebuah hadits Nabi berbunyi:

إِذَا تَرَكَ الْعَبْدُ دُعَاءً لِلْوَالِدَيْنِ فَإِنَّهُ يَنْقَطِعُ عَنْهُ الرِّزْقُ رَوَاهُ الحَاكِمُ وَ دَيْلَمِي مِنْ أَنَسٍ رَضِيَ الله عنهم

 

Apabila seorang hamba tidak mendoakan kedua orang tuanya, maka sungguh terputus rizkinya”(HR Hakim dan Dailami dari Sahabat Anas).

Begitu pentingnya seorang anak mendoakan orang tuanya. Selain karena mustajab, doa anak untuk orang tua sebagai tanda berbakti dan kasih sayang. Berdoa itu gratis dan bisa kapan saja. Jangan malas-malas untuk berdoa dan tunjukkanlah rasa sayang kita pada orang tua melalui berdoa.

*Disarikan dari khutbah Jum’at oleh KH Marzuki Mustamar di Masjid Nur Ahmad, Gasek, Jum’at, 24 Agustus 2018. Klik tautan beirkut untuk menyimak khutbah Jum’at oleh KH. Marzuqi Mustamar. Klik di sini.

Penulis: Fahim Himami Izza

Editor : Zahro’ul Aini

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: