Selasa, Mei 26Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Derai Cita

Derai Cita
Ilustrasi Gambar Oleh: Ria ‘Ainun Nafi’ah

 

Tertetes seketika air mata

Terhimpit rindu yang memaksa

Jiwaku sadar hampa

Semacam ada kekosongan dalam sukma

 

Serempak pilu menggebu

Sesak tangis  mulai candu

Halu mencatuk kalbu

Sekencang angin menembus tulang-tulangku

 

Hening membungkam

Rindu menghujam

Terngiang sisa kenangan

Sunyi ramai malam setahun silam

 

Desak hati ingin segera berlabuh

Menuai tawa keluarga ramai riuh

Bermanja keluh kesah nan ricuh

Ah, halu romansa yang semakin keruh

 

Aku rindu senjamu

Aku rindu fajarmu

Rindu sahurmu

Rindu iftarmu

 

Ya Ramadan,

Kini kau hampir berpulang

Tak ada sedepa,

Nampakmu akan segera hilang

Namun aku masih ber-Ramadan di kampung orang

Biar, doa saja yang jadi obat ribang

 

Sudahlah,

Gundah gulana kubuang saja

Saatnya meraih malam-malam penuh ampunan

Syukur masih ada handai tolan

Inilah, derai cita anak rantauan

 

Penulis: Uswatun Nazilah

Editor: Indah A Maharani

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: