Senin, Desember 9Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Sastra

Puisi Hari Sumpah Pemuda : 91 Tahun Lalu…

Puisi Hari Sumpah Pemuda : 91 Tahun Lalu…

Sastra
91 Tahun Lalu... 91 tahun lalu…Kami berdiri sejajar dalam satu ruanganSaling bergandeng tangan melingkarSaling menguatkan Tidak ada Java, meskipun dari tanah JawaTidak ada Sumatra, meski lahir di tanah SumatraTidak ada Borneo, Sulawesi, atau Papua meski tinggal di tanah timur Hanya ada Indonesia, satu-kesatuan NusantaraKami memandang perbedaan adalah satu-kesatuanBukan sebagai ancaman, atau alasan perpecahan Perbedaan adalah rahmat Tuhan yang perlu dipertahankanKami mengangkat dan mengepalkan tanganBersumpah dalam suatu ikatan, ikatan kebangsaan Sumpah Pemuda:Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu.Tanah air IndonesiaKami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu.Bangsa IndonesiaKami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan.Bahasa
Pantun KH. Chusaini Ilyas untuk Mempelai Santri Gasek

Pantun KH. Chusaini Ilyas untuk Mempelai Santri Gasek

Keluarga, Literasi Santri, Sastra
Ponpesgasek.com – KH. Chusaini Ilyas adalah seorang kiai sederhana dan juga sangat kharismatik. Umurnya yang tak lagi muda tidak menyurutkan semangat beliau dalam berdakwah. Kiai asal Mojokerto ini memiliki cara berdakwah yang khas dan jarang dimiliki oleh kiai-kiai lain. Selain dengan dalil-dalil Alquran atau hadis, beliau juga memiliki ciri khas lain dalam berdakwah yaitu dengan cara berpantun. Seperti halnya pantun-pantun pada umumnya yang memiliki rima, pantun Kiai Chusaini pun begitu. Yang membedakan dengan pantun lain adalah dalam hal kedalaman maknanya. Seperti pantun yang beliau sampaikan ketika berceramah dalam acara Halalbihalal Ponpes Gasek, khusus ditujukan kepada para mempelai santri Gasek yang melangsungkan akad nikah dalam acara halalbihalal. Tidak panjang lebar Kiai Chu
Sholawat Indonesia Karya KH. Marzuqi Mustamar: Doa Pemersatu Bangsa

Sholawat Indonesia Karya KH. Marzuqi Mustamar: Doa Pemersatu Bangsa

Aqidah, Sastra, Serba serbi
Ponpesgasek.com - Sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah didapatkan rakyat Indonesia, serta wujud nasionalisme dan cinta tanah air, Sholawat Indonesia diciptakan oleh Abah KH. Marzuqi Mustamar. Sholawat ini menjadi bukti bahwa menjadi santri tidak hanya belajar ilmu agama saja, namun juga punya tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sholawat Indonesia karya KH. Marzuqi Mustamar memiliki harapan-harapan yang besar terhadap keselamatan dan keamanan Negara Indonesia dari segala bentuk pemberontakan yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Semoga Indonesia  merdeka dari kebodohan dan tidak ada lagi perpecahan antar umat. Lantunan harapan-harapan tersebut kemudian menjadi doa yang disyairkan. Situasi Indonesia yang dinamis dengan berbagai isu-isu p