Senin, Maret 30Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Opini

Hari Air Sedunia: Meneladani Rasulullah dalam Menghemat Air

Hari Air Sedunia: Meneladani Rasulullah dalam Menghemat Air

Opini
Ponpesgasek.com- Selamat 22 Maret! Selamat Hari Air Sedunia! Mungkin kebanyakan dari kita belum tahu bahwa ada hari yang dikhususkan untuk memperingati si H₂O itu setiap tahunnya. Padahal, tanggal 22 Maret tahun ini adalah peringatan hari air sedunia yang ke-28 sejak diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 22 Desember 1992. Sebegitu pentingkah air bagi kehidupan sehingga harus diperingati? Tentu, air menduduki posisi yang sangat penting bagi kehidupan. Bukan hanya tubuh kita yang membutuhkan air, namun keberlangsungan ekosistem basis kehidupan, keamanan pangan, keberlanjutan energi, bahkan ekonomi dunia juga sangat bergantung padanya. Namun, posisi penting air tidak berbanding lurus dengan ketersediaannya untuk diakses oleh seluruh masyarakat dunia. PBB mencatat ba
Sekali Lagi Membaca Gus Dur: Tuhan Tidak Perlu Dibela

Sekali Lagi Membaca Gus Dur: Tuhan Tidak Perlu Dibela

Cangkrukan Gusdur, Literasi Santri, Opini
Ponpesgasek.com - Salah satu buku Gus Dur ada yang berjudul Tuhan Tidak Perlu Dibela. Pemilihan judul yang terkesan nyentrik dan berani. Dari judulnya saja, telah banyak mengundang banyak penolakan, terutama dari kalangan muslim di negeri ini. Mereka bukan hanya sekadar menolak, bahkan mengolok-olok buku ini. Padahal mereka bisa jadi belum paham maksud yang terkandung di dalamnya, atau bahkan belum pernah membaca isi bukunya sama sekali. Menurut redaksi, buku ini mempersoalkan fenomena agama dan kekerasan politik yang kala itu banyak muncul. Gus Dur menjadikan agama dan kekerasan politik sebagai perhatian utama karena sering menimbulkan beragamnya tafsir. Menurut Gus Dur, kekerasan politik merupakan akibat dari perilaku kaum fundamentalis agama yang berakar pada fanatisme yang sempit. H...
Film The Santri: Pesan Perdamaian untuk Negeri

Film The Santri: Pesan Perdamaian untuk Negeri

Opini, Sastra
Ponpesgasek.com - The Santri merupakan film yang diinisiasi oleh PBNU melalui NU Channel yang dibintangi oleh Wirda Mansyur, Veve Zulfikar, dan Gus Azmi. Film ini mengangkat tentang keberadaan pesantren dan dunia santri. Film The Santri diproduksi untuk menyemarakkan hari santri  pada tanggal 22 Oktober 2019 yang lalu. Baca:  PBNU Melalui NU Channel Siap Luncurkan Film The Santri The Santri mengenalkan bagaimana sesungguhnya agama Islam mengajarkan kedamaian. Islam bukanlah agama yang keras, juga bukan agama yang radikal. Film ini berpesan bahwa dalam menjalani hidup sangat diperlukan adanya toleransi, terutama di Indonesia yang penduduknya beragam. Kita tidak bisa memaksakan orang yang berbeda dari kita mengikuti apa yang kita yakini. Misalnya ada hamba Allah yang ingin menjadi mualla
Cermin itu Jujur, Kita yang Kurang Syukur

Cermin itu Jujur, Kita yang Kurang Syukur

Opini
Ponpesgasek.com - Mari berbicara dengan cermin. Coba lihat dirimu di depan cermin, berbicara dengan cermin sama halnya kamu berdialog dengan diri sendiri. So? What for? Nggak ada kerjaan? Eitss, hal sesederhana itu sebenarnya sangat penting. Why? Oke, kita bisa membicarakannya di sini. Sebelumnya, sudah mencoba bercermin dan memperhatikan diri sendiri mulai dari ujung kepala hingga kaki? Jika belum, aku yakin sebentar lagi akan kalian lakukan, hehe. Hal yang tampak jelas di cermin adalah bentuk fisik kita. Secara umum, fisik yang terlihat di cermin ini menjadi tolak ukur sebuah kecantikan. Ya, kecantikan. Aku katakan kecantikan karena masalah ini cenderung lebih sensitif terjadi pada perempuan. Bahkan ajang kecantikan bergengsi digelar hingga tingkat dunia, mulai dari putri indonesia
Bahagia Itu Milik Siapa?

Bahagia Itu Milik Siapa?

Opini
Ponpesgasek.com - "Perkenalkan saya Zahra, tiap hari saya mengajar anak-anak berhitung, dan saya bahagia." Sebuah kalimat perkenalan singkat yang pernah saya dengar beberapa tahun lalu ketika mengikuti sebuah workshop komunitas. Kalimat yang terdengar optimis itu keluar dari bibir seorang teman wanita saya yang seorang pengajar muda. Pertemuan kami dulu tak sengaja. Ketika itu saya sedang ditanyai berbagai hal dalam forum diskusi kecil tentang bagaimana bahagia itu? tentang bisakah semua orang bahagia? dan milik siapa bahagia itu sesungguhnya? Tentu saja pertanyaan-pertanyaan itu di luar topik diskusi. Saya sedang berbusana kuning cerah, menjaga senyum tetap terjaga kepada penanya, namun masih sulit menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan ekspresi bahagia. Lalu Zahra datang, ia menjaba...
Rahmat Dalam Berbeda Pendapat

Rahmat Dalam Berbeda Pendapat

Amaliah, Aqidah, Opini
Ponpesgasek.com - Berulang kali masyarakat Indonesia diterpa oleh isu-isu yang sama setiap tahunnya. Seolah tak bosan terdengar oleh telinga, mereka yang berselisih kerap kali kembali beradu pendapat dengan memaksakan kebenaran mutlak atas pemahaman yang dimilikinya. Perselisihan yang sama pun selalu terjadi di saat perayaan natal umat Kristiani. Mungkin saja tidak akan menjadi masalah ketika umat non muslim yang mengucapkan selamat atas perayaan hari besar mereka. Namun bagaimanakah jika umat Islam yang melakukannya? Sikap dan reaksi seperti apa kiranya yang akan timbul. Pemahaman yang Kontekstual dan Tekstual Permasalahan akan tetap timbul ketika umat muslim yang memberikan ucapan selamat natal. Apalagi kalau didapati seorang muslim terlihat duduk manis turut merayakan natal di tem...
Selamat Ulang Tahun Kekasih

Selamat Ulang Tahun Kekasih

Akhlak, Literasi Santri, Opini
Ponpesgasek.com - Ulang tahun merupakan cara untuk memperingati hari kelahiran seseorang. Banyak pemuda zaman milenial berpandangan bahwa memperingati ulang tahun itu penting, karena merupakan wujud rasa syukur telah dilahirkan. Selain itu, juga memohon doa agar dipanjangkan umurnya. Hal ini seakan-akan sudah menjadi tren dan undang-undang bagi kawula muda milenial. Contoh real di lapangan misalnya saat di bangku sekolah ketika ada salah satu teman yang sedang ulang tahun tiba-tiba teman-teman yang lain mencoba menjadi sutradara dan artis untuk membuat sebuah drama yang menarik agar teman yang sedang ulang tahun ini terkejut. Di akhir cerita biasanya dia diberi kue ulang tahun dan semua berdoa untuknya. Hal ini menunjukkan bahwa ulang tahun kita saja begitu penting diperingati, apalagi u...
Benarkah Rokok Dapat Membunuh?

Benarkah Rokok Dapat Membunuh?

Literasi Santri, Opini
Ponpesgasek.com- Permasalahan dan isu mengenai rokok memang tidak akan pernah habis untuk diperbincangkan. Selalu saja terjadi pro dan kontra bagi setiap orang yang mengkajinya. Kali ini penulis akan mencoba menanggapi artikel yang berjudul, “Mas, Asap Rokoknya Bisa Ditelan Sekalian?” yang termuat di halaman website www. ponpesgasek.com. Tulisan ini diberi judul ‘benarkah rokok dapat membunuh?’ Lantas bagaimanakah ulasan penulis? Simak sampai selesai, ya! Rokok Menjerat Seluruh Elemen Masyarakat Rokok di kalangan masyarakat Indonesia memang dapat dikatakan sebagai barang primadona, khususnya di kalangan para laki-laki karena mayoritas yang merokok adalah kaum adam. Rokok mampu meresap secara mendalam pada setiap bagian masyarakat, baik orang tua, dewasa, bahkan usia anak sekalipun. S
Ngudud Itu Sakral, Bro! Bukan Kegiatan Sembarangan

Ngudud Itu Sakral, Bro! Bukan Kegiatan Sembarangan

Opini
Ponpesgasek.com- Sebelum membicarakan semua ini, sebaiknya saya mengaku saja. Saya benci rokok! Sebagaimana orang yang membenci buku, kerap membakar buku. Lha kalau saya, setiap ada rokok di saku, dan ada kesempatan, langsung saya bakar. Artinya, saya perokok. Bahkan artikel ini saya ketik sambil merokok, sesekali terbatuk kecil karena menghisap terlalu dalam. Entah berapa kali keluarga mengingatkan, baik dalam bentuk “presentasi” bahaya rokok, atau dalam bentuk omelan ringan. Mereka menghendaki saya berhenti merokok, atau setidaknya mengurangi. Saya menurut saja, rokok yang awalnya ada 12 batang, saya kurangi satu persatu hingga habis. Dengan cara dibakar dan dihisap tentunya. Berkurang, kan? Tapi serius, saat ini saya merokok tidak lebih dari 5 batang/hari. Setelah beberapa tahun lalu, m
Karakter Pemuda Zaman Jahiliyah Modern

Karakter Pemuda Zaman Jahiliyah Modern

Opini
Ponpesgasek.com - Kini, kita hidup di zaman dengan Istilah era revolusi industri 4.0. Sebenarnya kondisi ini bisa dikatakan berbarengan dengan lahirnya era jahiliyah modern jika dilihat dari fenomena-fenomena dalam beragama. Imam Syafii menerangkan dalam Muqaddimah Kitab Ar-risalah bahwa bentuk jahiliyyah pada masa sebelum Islam ada dua golongan. Pertama, orang-orang yang mengaku sebagai Ahlul Kitab tapi mereka telah merubah sebagian besar hukum-hukumnya. Mereka mencampurkan substansi kebenaran dengan menambahkan kepalsuan. Kedua, mereka yang menyembah berhala dan mengingkari Allah, mereka sendiri yang membuat patung dan mereka pula yang menyembahnya. Dua golongan itu merupakan kelompok Jahiliyah sebelum agama Islam datang. Kelompok-kelompok tersebut berani memalsukan kebenaran dan menuhan