Rabu, Desember 2Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang
Shadow

Biografi Ulama’

Biografi Pengasuh: K.H. Marzuqi Mustamar, M.Ag

Biografi Pengasuh: K.H. Marzuqi Mustamar, M.Ag

Biografi Ulama', pengasuh, Tentang
Ponpesgasek.com - K.H. Marzuqi Mustamar,  sosok yang berpenampilan sederhana dan apa adanya. Beliau tidak pernah neko-neko. Karena begitu sederhananya, terkadang orang tidak mengira bahwa beliau adalah seorang kiai. Padahal, di balik sikap sederhana beliau itulah tersimpan lautan ilmu yang begitu luas. Kiprah beliau di masyarakat sudah tidak diragukan lagi. Gaya bicara beliau yang tegas dan lugas telah menjadi salah satu ciri khas. Rajin Mengaji Sejak Kecil, Beliau Kuasai Ilmu Nahwu Sejak Usia Belia Kiai Marzuqi lahir di kota Blitar, 54 tahun yang lalu. Sungguh merupakan suatu anugerah, sebab beliau dilahirkan dalam keluarga yang taat beribadah dan sangat mengerti agama. Yaa, abahnya adalah seorang kiai. Alhasil, sejak kecil kiai Marzuqi dibesarkan dan dididik dengan  standard disiplin...
K.H. Murtadlo Amin: Sosok Kiai Tauladan, Sabar, dan Penebar Senyum

K.H. Murtadlo Amin: Sosok Kiai Tauladan, Sabar, dan Penebar Senyum

Biografi Ulama', KH Murtadlo Amin, News, pengasuh, profil, Tentang, Teras Ndalem
Ponpesgasek.com- Duka yang mendalam membasahi bumi Gasek. Tepat 40 hari lalu. Pada tanggal 13 Agustus 2020 kabar lelayu itu hadir. Sekitar pukul satu siang, K.H. Murtadlo Amin salah satu pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang telah kembali kehadirat Allah Swt. Beliau yang biasa kami panggil "Abah Dhoh" telah meninggalkan kami. Ketika mengingat beliau, tangis dan sedih tidak dapat kami pungkiri. Sekilas Tentang K.H. Murtadlo Amin Abah Dhoh merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Beliau merupakan putra dari H. Moh. Ismail dan Hj. Zainab. Beliau lahir pada 8 Mei 1966 di Lamongan. Abah Dhoh memiliki nama lengkap Drs. K.H. Moh. Murtadlo Amin M.HI. Abah Dhoh memiliki seorang istri, yakni Umik Hidayatul Hikmah, sosok istri yang baik, taat dan ramah. Kami biasa memanggil bel...
Kiai Masduqie: Meneladani Model Kaderisasi Santri Pengisi di Berbagai Lini

Kiai Masduqie: Meneladani Model Kaderisasi Santri Pengisi di Berbagai Lini

Biografi Ulama', Literasi Santri
Ponpesgasek.com - Senin, 1 Juli 1935 merupakan hari goresan tinta pertama bagi sang pendakwah yang lahir di Jepara. Pada hari itu jualah kisah seorang muslim sejati dimulai. Ya, pada hari itu telah lahir sosok inspirator yaitu Kiai Achmad Masduqie Machfudz. Beliau merupakan putra keempat dari pasangan suami-istri Kiai Machfudz dan Nyai Chafshah. Ayah  beliau, Kiai Machfudz merupakan seorang pengusaha mebel di Jepara yang aktif mensyiarkan ajaran Islam. Sedangkan sang ibu, Nyai Chafsah merupakan keturunan seorang bangsawan yaitu Syaikh Abdullah Al-‘Ashiq. Dari pernikahannya, Kiai Machfudz dan Nyai Chafsah dikaruniai empat belas anak. Akan tetapi, hanya tujuh yang masih hidup. Di antara ketujuh putra-putri itu, Kiai Masduqie terlahir sebagai anak pertama. Sebagai putra sulung, Kiai Masduq...
Ustaz Ahmad Syafa’at: Sosok Teladan Berjiwa Qurani Sejati Bag (II)

Ustaz Ahmad Syafa’at: Sosok Teladan Berjiwa Qurani Sejati Bag (II)

Biografi Ulama', Literasi Santri
Ponpesgasek.com - Cerita tentang perjalanan hidup beliau masih berlanjut. Kegigihan beliau dalam menekuni bidang ilmu kian diuji. Setelsah pendidikan di LIPIA usai, perjalanan hidup beliau digariskan untuk kembali ke bumi Malang. Untuk membaca bagian pertama silakan klik link berikut: Ustaz Ahmad Syafa'at: Sosok Teladan Berjiwa Qurani Sejati (I) Kembali Turun Gunung ke Malang Perjalanan Ustaz Syafaat muda berlanjut setelah beliau wisuda pada Juni 1999, dikarenakan tidak ada keinginan untuk pulang ke kampung halaman di Banyuwangi. Beliau pun mencoba untuk mendaftar S2 Fakultas Filsafat Universitas Indonesia, namun ternyata pendaftaran tersebut telah ditutup sebelum beliau sempat mendaftar. Akhirnya beliau kembali mendaftar ke kampus lain di Jakarta, yaitu Pascasarjana IAIN Syarif Hiday...
Ustaz Ahmad Syafa’at: Sosok Teladan Berjiwa Qurani Sejati Bag (I)

Ustaz Ahmad Syafa’at: Sosok Teladan Berjiwa Qurani Sejati Bag (I)

Biografi Ulama', Literasi Santri
Ponpesgasek.com - Tepat di hari minggu 23 Desember 2018 lalu, telah dilaksanakan acara haul beliau yang ke 4 bertempat di ndalem  Pondok Pesantren Bayt at-Tahfidz Cahaya Qur'ani (BTCQ) Gasek. Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar dengan rangkaian pembacaan Yasin dan Tahlil dilanjutkan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh ust. Ali Maksun, (Pengasuh Pesantren Nurul Islam, Badut). Acara yang digelar tersebut diikuti oleh kang-kang santri Sabilurrosyad, Gasek bersama  santri-santri pondok pesantren BTCQ. Dengan semangat haul keempat beliau, berikut Tim ponpesgasek.com berusaha menghimpun mutiara-mutiara kehidupan beliau. Terlahir dari Keluarga dan Masyarakat yang Islami Masa kecil beliau berada di lingkungan yang melaksanakan amaliah-amaliah keagamaan, terlebih amaliah Nahdlatul U...
Kisah Hidup Waliyullah K.H. Maimun Zubair

Kisah Hidup Waliyullah K.H. Maimun Zubair

Biografi Ulama'
Ponpesgasek.com - Duka masih menyelimuti tanah air. Al-Alim Al-Allamah K.H. Maimun Zubair telah kembali ke haribaan Ilahi Rabbi saat melaksanakan Ibadah Haji pada Selasa, 6 Agustus 2019 / 5 Dzulhijjah,1440 di RS An Noor pada pukul 04.17 waktu Saudia Arabia di usia 90 tahun. Beliau dimakamkan  di Ma’la komplek 70 nomor 151 urutan ke-4. Pekuburan Ma’la terletak kurang lebih 1,5 km dari Masjidilharam dan pekuburan Ma’la itu sangatlah istimewa, sebab merupakan tempat di mana Sayyidah Khadijah dan para sahabat dikuburkan. Di antaranya: Qosim, putra Nabi Muhammad SAW dan paman beliau, Abdul Muthollib. Tiada tempat terindah untuk Mbah Mun kecuali surga-Nya. Allahumma Aamiin. Beliau merupakan kiai sepuh yang sangat dihormati. Para santri di banyak pesantren sudah tidak asing lagi dengan sosok...

KH Abdul Mun’im yang Kami Kenal

Biografi Ulama', News
Ponpesgasek.com- Kedekatan dhohir dan batin antara keluarga besar pondok pesantren Sabilurrosyad Gasek bersama KH. Abdul Mun'im adalah mutlak. Beliau yang merupakan 'Pak Lek' dari poro Gus dan poro Ning Pondok kami tercinta. Adalah sosok yang mau bergaul kepada siapa pun. Baik terhadap kami sebagai santri, kang-kang dari kalangan pendekar setia NU, Banser Ansor, hingga para pejabat internal Nahdlatul Ulama. Khususnya, PWNU Jawa Timur yang tak lain adalah rumah pengabdian beliau yang diamanahi sebagai wakil bendahara. Selain seperti saat-saat mendampingi tinda'an KH Marzuqi Mustamar ke pelosok-pelosok desa maupun kota, beliau juga selalu memberikan banyak arahan kepada kami dalam berbagai kesempatan. Baik ketika ada kunjungan tamu-tamu penting, acara halal bi halal pondok, juga acara-acar...