Senin, Maret 30Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

Literasi Santri

Hari Air Sedunia: Meneladani Rasulullah dalam Menghemat Air

Hari Air Sedunia: Meneladani Rasulullah dalam Menghemat Air

Opini
Ponpesgasek.com- Selamat 22 Maret! Selamat Hari Air Sedunia! Mungkin kebanyakan dari kita belum tahu bahwa ada hari yang dikhususkan untuk memperingati si H₂O itu setiap tahunnya. Padahal, tanggal 22 Maret tahun ini adalah peringatan hari air sedunia yang ke-28 sejak diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 22 Desember 1992. Sebegitu pentingkah air bagi kehidupan sehingga harus diperingati? Tentu, air menduduki posisi yang sangat penting bagi kehidupan. Bukan hanya tubuh kita yang membutuhkan air, namun keberlangsungan ekosistem basis kehidupan, keamanan pangan, keberlanjutan energi, bahkan ekonomi dunia juga sangat bergantung padanya. Namun, posisi penting air tidak berbanding lurus dengan ketersediaannya untuk diakses oleh seluruh masyarakat dunia. PBB mencatat ba
Hidup yang Mati

Hidup yang Mati

Sastra
Hidup yang Mati Oleh: Mutmainnah Jika saja lidah itu bicara Mungkin jutaan keluhan pula kau akan dengar darinya Aku kelu, mengeja kata-kata yang bahkan sama sekali tak berharga Jika saja tubuh itu bercerita dan kau merasakannya Mungkin kau mati perlahan pula karenanya   Aku sekarat bukan karena beban berat Tapi kau membunuhku dengan hasratmu yang hebat Melambung tinggi, namun kau meringkuk menyembunyikan diri   Jika saja keringat itu mampu meminta Ia tak akan pernah bersedia kau tumpahkan cuma-cuma Yang akhirnya hanya menghanyutkan asa yang telah ia jaga Aku menjaganya, namun kau membuatku menghanyutkannya hingga tak bersisa Cerminmu terselip? Atau akal dan hatimu masih asyik berlanglang buana?   Apa bisa kau dikatakan sebagai manusia Ketika di dalam di...
Sowan Ibu—Sajak Rindu untuk Ibu—

Sowan Ibu—Sajak Rindu untuk Ibu—

Sastra
Sowan Ibu Assalamualaikum, Sapa yang bagiku lama tidak mengudara Beribu rintik hujan yang memisahkan hawa Sehingga kita merasakan suasana yang berbeda   Ibu tahu? Di balkon ini terpa angin begitu kencang Begitu pula terpa rindu yang turut berperang Mendesak memori untuk mengutarakan kenang Baca Juga==> Bahagia Itu Milik Siapa? Sungguh maksud hati ini sulit dituliskan Kebaikan hatimu selalu mengoyak-ngoyak pikiran Dengan apakah nanti, bongsormu ini mengabdikan diri? Tak akan cukup usiaku untuk membayar kucuran keringatmu   Bu, Jika balasku tidak cukup mengeringkan air matamu Tidak cukup menggantikan pilu dan lelahmu Tapi kau telah berpasrah pada sisi Gusti lebih dulu ‘Kan kuabdikan diri untuk sowan kepada cintamu   Yang, Cinta itu tak pernah mati
Keluyuran Cinta ke Tanah Blambangan

Keluyuran Cinta ke Tanah Blambangan

Literasi Santri, Serba serbi
Ponpesgasek.com- Berbekal kecintaan akan sesama anak manusia, pada 1-2 Februari kemarin beberapa alumni dan santri Gasek bersama-sama mengunjungi salah satu kota di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi. Kunjungan kali ini semata-mata ingin menyambung dan terus tersambung jalinan persaudaraan antar alumni serta alumni dengan santri. Maka tak ada kenangan yang indah, kecuali silaturahmi ini terus terjalin hingga waktu tak terhingga. Ponpes Sabilurrosyad Banyuwangi Ketika sampai, lokasi pemberhentian bus kami dan lokasi pondok sedikit jauh, maka Mbah Hadi dkk. menyiapkan beberapa mobil dan satu pikep (maklum, lidah jawa sulit mengucap pick up). Ternyata, hampir semua malah ingin naik pikep daripada mobil. Bahkan Anak-anak kecil termasuk anak saya malah nangis minta naik pikep. Jaaan.. meman
Sekali Lagi Membaca Gus Dur: Tuhan Tidak Perlu Dibela

Sekali Lagi Membaca Gus Dur: Tuhan Tidak Perlu Dibela

Cangkrukan Gusdur, Literasi Santri, Opini
Ponpesgasek.com - Salah satu buku Gus Dur ada yang berjudul Tuhan Tidak Perlu Dibela. Pemilihan judul yang terkesan nyentrik dan berani. Dari judulnya saja, telah banyak mengundang banyak penolakan, terutama dari kalangan muslim di negeri ini. Mereka bukan hanya sekadar menolak, bahkan mengolok-olok buku ini. Padahal mereka bisa jadi belum paham maksud yang terkandung di dalamnya, atau bahkan belum pernah membaca isi bukunya sama sekali. Menurut redaksi, buku ini mempersoalkan fenomena agama dan kekerasan politik yang kala itu banyak muncul. Gus Dur menjadikan agama dan kekerasan politik sebagai perhatian utama karena sering menimbulkan beragamnya tafsir. Menurut Gus Dur, kekerasan politik merupakan akibat dari perilaku kaum fundamentalis agama yang berakar pada fanatisme yang sempit. H...
Film The Santri: Pesan Perdamaian untuk Negeri

Film The Santri: Pesan Perdamaian untuk Negeri

Opini, Sastra
Ponpesgasek.com - The Santri merupakan film yang diinisiasi oleh PBNU melalui NU Channel yang dibintangi oleh Wirda Mansyur, Veve Zulfikar, dan Gus Azmi. Film ini mengangkat tentang keberadaan pesantren dan dunia santri. Film The Santri diproduksi untuk menyemarakkan hari santri  pada tanggal 22 Oktober 2019 yang lalu. Baca:  PBNU Melalui NU Channel Siap Luncurkan Film The Santri The Santri mengenalkan bagaimana sesungguhnya agama Islam mengajarkan kedamaian. Islam bukanlah agama yang keras, juga bukan agama yang radikal. Film ini berpesan bahwa dalam menjalani hidup sangat diperlukan adanya toleransi, terutama di Indonesia yang penduduknya beragam. Kita tidak bisa memaksakan orang yang berbeda dari kita mengikuti apa yang kita yakini. Misalnya ada hamba Allah yang ingin menjadi mualla
Cermin itu Jujur, Kita yang Kurang Syukur

Cermin itu Jujur, Kita yang Kurang Syukur

Opini
Ponpesgasek.com - Mari berbicara dengan cermin. Coba lihat dirimu di depan cermin, berbicara dengan cermin sama halnya kamu berdialog dengan diri sendiri. So? What for? Nggak ada kerjaan? Eitss, hal sesederhana itu sebenarnya sangat penting. Why? Oke, kita bisa membicarakannya di sini. Sebelumnya, sudah mencoba bercermin dan memperhatikan diri sendiri mulai dari ujung kepala hingga kaki? Jika belum, aku yakin sebentar lagi akan kalian lakukan, hehe. Hal yang tampak jelas di cermin adalah bentuk fisik kita. Secara umum, fisik yang terlihat di cermin ini menjadi tolak ukur sebuah kecantikan. Ya, kecantikan. Aku katakan kecantikan karena masalah ini cenderung lebih sensitif terjadi pada perempuan. Bahkan ajang kecantikan bergengsi digelar hingga tingkat dunia, mulai dari putri indonesia
Bahagia Itu Milik Siapa?

Bahagia Itu Milik Siapa?

Opini
Ponpesgasek.com - "Perkenalkan saya Zahra, tiap hari saya mengajar anak-anak berhitung, dan saya bahagia." Sebuah kalimat perkenalan singkat yang pernah saya dengar beberapa tahun lalu ketika mengikuti sebuah workshop komunitas. Kalimat yang terdengar optimis itu keluar dari bibir seorang teman wanita saya yang seorang pengajar muda. Pertemuan kami dulu tak sengaja. Ketika itu saya sedang ditanyai berbagai hal dalam forum diskusi kecil tentang bagaimana bahagia itu? tentang bisakah semua orang bahagia? dan milik siapa bahagia itu sesungguhnya? Tentu saja pertanyaan-pertanyaan itu di luar topik diskusi. Saya sedang berbusana kuning cerah, menjaga senyum tetap terjaga kepada penanya, namun masih sulit menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan ekspresi bahagia. Lalu Zahra datang, ia menjaba...
Lukanya

Lukanya

Sastra
Lukanya... Aku mencium bau tubuh Menyengat namun hangat Tak tergantikan karena telah melekat Dari timangan sampai bongsoran Iya, ialah yang aku sayang   Kukecup tangannya Berkerut melipat lipatan telapak tangan Mengeras berkapal karena terlalu banyak bekerja Kusentuh jemarinya Kulit menua berkeriput hitam berarak matahari menyengatnya Nampak urat-urat hijau di setiap kulit keringnya Kaki yang tak pernah mau beralas Kuat menahan aspal dan kerikil jalan   Hati siapa yang tak teriris melihatnya Bersemangat menguli di ladang orang Mentari dan senja yang  menjadi teman pergi dan pulangnya Tak ada yang bisa dikeluhkan Karena semua untuk aku yang tak pernah bisa menggantikan   Seharusnya di usia senja ini Ia hanya
Rahmat Dalam Berbeda Pendapat

Rahmat Dalam Berbeda Pendapat

Amaliah, Aqidah, Opini
Ponpesgasek.com - Berulang kali masyarakat Indonesia diterpa oleh isu-isu yang sama setiap tahunnya. Seolah tak bosan terdengar oleh telinga, mereka yang berselisih kerap kali kembali beradu pendapat dengan memaksakan kebenaran mutlak atas pemahaman yang dimilikinya. Perselisihan yang sama pun selalu terjadi di saat perayaan natal umat Kristiani. Mungkin saja tidak akan menjadi masalah ketika umat non muslim yang mengucapkan selamat atas perayaan hari besar mereka. Namun bagaimanakah jika umat Islam yang melakukannya? Sikap dan reaksi seperti apa kiranya yang akan timbul. Pemahaman yang Kontekstual dan Tekstual Permasalahan akan tetap timbul ketika umat muslim yang memberikan ucapan selamat natal. Apalagi kalau didapati seorang muslim terlihat duduk manis turut merayakan natal di tem...