Selasa, Agustus 11Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

4 Dampak Negatif Thulul Amal, Kamu Wajib Tahu!

4 Dampak Negatif Thulul Amal, Kamu Wajib Tahu!
Ilustrasi gambar : Vivian Tifani Donna | Sumber: www.freepik.com

Ponpesgasek.com- Sebagai manusia biasa, pasti kita memiliki sebuah angan-angan. Berangan-angan menjadi seorang rektor, ingin menjadi dokter, ingin menjadi orang kaya, bahkan ingin masuk surga. Namun, seringkali kita hanya berangan-angan panjang tanpa berusaha untuk mewujudkannya.  Nah, dalam Islam istilah dari panjang angan-angan disebut thulul amal.

Secara istilah, thulul amal adalah keinginan jiwa untuk melakukan suatu amal tanpa disertai usaha untuk mewujudkannya, atau dalam bahasa jawa  biasa disebut “kegeden nglamune”. Banyak sekali dampak negatif yang muncul akibat thulul amal. Oleh karena itu, thulul amal harus dihindari. Oke, berikut adalah uraian tentang dampak negatif dari thulul amal. Simak berikut ini!

Lupa Mati

Dampak negatif thulul amal yang pertama adalah lupa mati. Kematian bisa datang kapanpun, pada umur berapa pun, dan dalam kondisi bagaimanapun. Namun, seringkali kita melupakan bahkan tidak peduli akan waktu kematian yang semakin dekat. Sehingga yang kita lakukan hanya berangan-angan tanpa melakukan usaha bahkan beribadah. Apabila seseorang merasa kematiannya masih lama, ia akan berbuat segala hal semaunya, hatinya keras dan akan lalai untuk beribadah. Maka, dari sinilah ia akan semakin jauh dari Allah swt. dan semakin lupa akan waktu kematian yang telah menantinya.

Berlebihan Dalam Mencintai Dunia

Dampak negatif panjang angan-angan selanjutnya ialah berlebihan dalam mencintai dunia hingga lupa akan akhirat. Manusia tidak akan pernah puas mengejar apa yang mereka inginkan di dunia, hingga mereka lupa bahwa dunia itu fana.  Misalkan, ada seseorang sehari-harinya bermain judi, tidak pernah sholat atau pun berdoa, namun berangan-angan masuk surga.

Demikianlah contoh seseorang yang panjang angan-angan. Ia mencintai kehidupan dunia dengan melakukan kesenangan-kesenangan nafsunya. Ia semakin lupa untuk beribadah. Ia lupa untuk mempersiapkan bekal kehidupan akhirat. Bagaimana mungkin, dengan mudahnya, lantas ia berharap masuk surga? Sungguh, ia telah jatuh dalam thulul amal.

Panjang angan-angan hanya akan merusak amal ibadahnya karena jauh dari rahmat dan hidayah Allah swt. Oleh karena itu, ada baiknya kita tidak berlebihan dalam mencintai dunia dan bersegera melakukan amal ibadah untuk di akhirat. Rasulullah saw. bersabda:

اِعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ تَعِيْشُ أَبَدًا وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوتُ غَدًا

“Bekerjalah untuk duniamu seakan kau hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kau akan mati esok hari”(HR. Ibnu Akasir).

Perintah Rasulullah saw. agar kita beramal untuk duniawi dengan penggambaran seakan-akan kita dapat hidup selamanya itu mengindikasikan bahwa waktu untuk amal duniawi masih sangat panjang. Sedangkan, perintah agar beramal untuk bekal akhirat dengan penggambaran seakan-akan kita mati esok hari itu mengindikasikan bahwa waktu untuk amal akhirat sangatlah terbatas, sangat sempit, dan tidak dapat ditunda lagi.

Dengan demikian, perintah Rasulullah saw. di atas bukanlah semata-mata untuk menyeimbangkan amal duniawi dan ukhrowi, melainkan agar segera beramal sebagai bekal untuk mempersiapkan kehidupan akhirat. Tentunya, bukan meninggalkan amal duniawi sama sekali, hanya saja amal duniawi menjadi prioritas kedua setelah amal akhirat. Karena itu, sudah sepantasnya kita tidak berlebihan dalam mencintai dunia.

Bermalas-Malasan Dalam Beribadah

Dampak negatif yang ketiga adalah bermalas-malasan dalam beribadah. Jika hati sudah berpenyakit thulul amal, maka akan semakin berat untuk melakukan ibadah dan taat kepada Allah. Hati akan semakin keras dan memicu untuk  semakin bermalas-malasan dalam beribadah kepada Allah. Hal tersebut tentu saja akan menjadikan kita semakin jauh dari Allah swt.

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka akan senantiasa menunda ibadahnya, padahal ibadah tersebut sudah ada di depan matanya dan tinggal dilaksanakan saja. Misalnya, saat sudah masuk waktu sholat jika mereka sudah terbiasa menunda atau malas melaksanakan sholat, maka mereka akan terus menerus seperti itu, mereka memilih untuk mengerjakan nanti hingga pekerjaan tersebut terlupakan.

Menunda Bertaubat Kepada Allah

Dampak terakhir dari thulul amal ialah menunda bertaubat kepada Allah swt. Jika thulul amal sudah menguasai manusia maka ia akan selalu beranggapan bahwa masih ada hari esok. Kelalaian tersebut mengakibatkan manusia akan terus bermalas-malasan dalam beribadah. Jika  manusia sudah lalai dan malas beribadah maka ia akan terus mengejar dunia hingga ia menunda untuk bertaubat dari segala dosa yang telah diperbuat.

Dari dampak-dampak yang di atas, kita tahu bahwa thulul amal hanyalah keinginan nafsu belaka yang semakin menjauhkan kita dari Allah swt. Allah telah menentukan takdir setiap manusia. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, kita sebagai manusia harus selalu ikhtiar dan taat akan perintah Allah swt.

Artikel Khutbah Jum’at Lainnya:

 

Penulis: Fitri Zakkiyah Althafunnisa
Editor: Nur Alaviyah Alhikma

*Disarikan dari pengajian KH. Marzuqi Mustamar dalam Kajian Jum’at Pagi di Masjid Nur Ahmad, Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang 

Klik tautan berikut  untuk menyimak pengajian KH. Marzuqi Mustamar. Klik di sini.

Ikuti pengajian KH. Marzuqi Mustamar di Channel Youtube @PonpesgasekTV. Klik di sini.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: