Kamis, Oktober 29Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang
Shadow

Bulan: Agustus 2020

3 Fadilah Bertaubat dan Istighfar, Salah Satunya Melapangkan Rizki

3 Fadilah Bertaubat dan Istighfar, Salah Satunya Melapangkan Rizki

Kajian Hadits, Khutbah Jumat
Ponpesgasek.com - Ibarat kertas putih yang ternoda bercak-bercak hitam. Kertas diumpamakan hati, sedangkan bercak hitamnya adalah dosa. Begitulah kiranya kebanyakan insan menggambarkan manusia yang tengah menanggung dosa. Dosa berawal dari kesalahan yang diperbuat saat berhubungan dengan Tuhan dan sesama manusia. Seiring bertambahnya usia, manusia semakin tidak mampu mengira-ngirakan seberapa banyak dosa yang telah diperbuat. Persoalan ini terkadang cenderung melemahkan kita untuk segera bertaubat. Situasi yang demikian, akhirnya menyatu ke dalam celah-celah keengganan dan keraguan. Sehingga berakibat melemahkan motivasi dalam diri untuk segera berbenah. Bahkan, untuk sekadar mengucap istighfar saja manusia sering kali lalai. Terlepas akan kesalahan yang diperbuat memiliki motif yang di...
Jangan Mau Mati Jenaka

Jangan Mau Mati Jenaka

Literasi Santri, Sastra
Ponpesgasek.com – Jangan mau mati jenaka, kau yang tengah merasa lelah menelan pahitnya perjuangan. Kau yang sedang jatuh entah yang ke berapa kalinya. Kau yang merasa patah cinta kepada pencipta semesta. Pada lembaran ini telah ku tulis sebuh puisi. Tentang arah pengharapan kepada Yang Maha Pasti. Semoga kau lekas sadar bahwa rahmat Tuhan itu nyata, meski kau tak tahu di mana keberadaan dan kapan datangnya. Jangan Mau Mati Jenaka Oleh: Indah A. Maharani Kau, yang tengah bergolak hatinya, yang mencintakan lelap kedamaian, sebab lelah terapung-apung kesangsian, layaknya telur yang mencoba kokoh di atas tanduk kerbau gila, ditambah amukan angin yang menderita, jatuh ke depan kau tertindas, roboh ke belakang kau tergilas.   Tetaplah bertahan, barangkali kerbau akan membawa...
Kiai Masduqie: Meneladani Model Kaderisasi Santri Pengisi di Berbagai Lini

Kiai Masduqie: Meneladani Model Kaderisasi Santri Pengisi di Berbagai Lini

Biografi Ulama', Literasi Santri
Ponpesgasek.com - Senin, 1 Juli 1935 merupakan hari goresan tinta pertama bagi sang pendakwah yang lahir di Jepara. Pada hari itu jualah kisah seorang muslim sejati dimulai. Ya, pada hari itu telah lahir sosok inspirator yaitu Kiai Achmad Masduqie Machfudz. Beliau merupakan putra keempat dari pasangan suami-istri Kiai Machfudz dan Nyai Chafshah. Ayah  beliau, Kiai Machfudz merupakan seorang pengusaha mebel di Jepara yang aktif mensyiarkan ajaran Islam. Sedangkan sang ibu, Nyai Chafsah merupakan keturunan seorang bangsawan yaitu Syaikh Abdullah Al-‘Ashiq. Dari pernikahannya, Kiai Machfudz dan Nyai Chafsah dikaruniai empat belas anak. Akan tetapi, hanya tujuh yang masih hidup. Di antara ketujuh putra-putri itu, Kiai Masduqie terlahir sebagai anak pertama. Sebagai putra sulung, Kiai Masduq...
Ajaran Nabi yang Hilang: Tahlil dan Ziarah Kubur

Ajaran Nabi yang Hilang: Tahlil dan Ziarah Kubur

Kajian, Kajian Hadits, Kajian MTMD
Ponpesgasek.com - Seperti yang telah umum diketahui, ada banyak sekali amalan-amalan Nahdliyin yang menurut golongan lain dinilai tidak memiliki dalil untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat didasari oleh beberapa faktor, salah satu di antaranya yaitu terlalu fanatik terhadap suatu pemikiran atau tokoh tertentu. Kecenderungan sikap inilah yang menghalangi mereka untuk mengetahui kebenaran lain. Mereka cenderung menutup mata terhadap keluasan dalil-dalil agama itu sendiri. Dalam berbagai majelis kajian ilmu, KH. Marzuqi Mustamar menyampaikan bahwa tahlilan dan ziarah kubur termasuk amaliah yang dipermasalahkan oleh mereka yang mengaku sebagai golongan salafi ini. Mereka berpandangan kalau kedua amalan tersebut tidak memiliki dalil yang sahih untuk diamalkan. Maka dari ...