Dinikahkan oleh Masyayikh, Santri Ponpes Gasek Diminta Tidak Berpoligami

0
758
views
Dinikahkan oleh Masyayikh, Santri Ponpes Gasek Diminta Tidak Berpoligami
ilustrasi gambar oleh : Mohammad Zakaria

Ponpesgasek.com – Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang memiliki tradisi sakral akad nikah santri yang dilaksanakan setiap tahunnya pada acara halalbihalal Pondok yang dihadiri para masyayikh.

Ngalap barokah, mumpung dihadiri kyai-kyai sepuh“, kata lurah ponpes Gasek, A. Sirojul Munir, Minggu, saat ditemui tim ponpesgasek.com. Menurut beliau, upacara sakral akad nikah santri ini menjadi agenda tahunan ponpes Gasek.

Akad nikah santri tahun ini berlangsung pada acara halalbihalal dan haul KH. Mustamar dan KH. Ahmad Noer Jum’at malam (21/6) yang bertempat di kediaman KH. Marzuqi Mustamar, Ponpes Gasek Malang. Acara ini dihadiri oleh KH. Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus), Pengasuh Ponpes Salafiyah Al-Misbar Mojokerto KH. Chusaini Ilyas, dan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji. Kehadiran Gus Mus dalam acara halalbihalal tahun ini tidak hanya memberikan tausiyah, akan tetapi juga menjadi penghulu santri KH. Marzuqi Mustamar yang melangsungkan akad nikah.

Prosesi Akad Nikah Santri

Siti Aisyah Firdani, koordinator panitia Akad, saat diwawancarai oleh tim ponpesgasek.com  (Kamis, 20/06/19) mengungkapkan, “kalau untuk tahun ini 3 pasangan”.

Satu diantaranya adalah Imam Wahyudi dengan Ni’matul Ula yang diakadkan langsung oleh Gus Mus. Akad dilaksanakan dengan penyerahan perwalian oleh setiap wali calon mempelai wanita kepada penghulu terlebih dahulu. “Niat ibadah, nderek junjungan Nabi Muhammad”, pesan Gus Mus sebelum mengakadkan. Setelah itu, beliau memulai akad nikah dengan mengucap istighfar dan kalimat syahadat.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

“Qobiltu nikakhaha wa tazwijaha bilmahril madzkuur khaalan”, ucap salah satu santri, Imam Wahyudi, ketika Gus Mus usai mengucapkan kalimat ijab. Sontak sorak sorai santri dan jamaah yang mendengarkannya, seraya mengucap: “Alhamdulillah wes sah”. Tidak hanya itu, Gus Mus juga mengakadkan pasangan A. Zainurroziqin dengan Hayyin Fariha, mantan Lurah  puteri ponpes Sabilurrosyad Gasek, dilanjutkan dengan doa-doa lil ‘arusyaini (doa untuk sepasang pengantin).

Pasangan ketiga adalah Septina Rizki L. Ulya dengan M. Misbahul Munir yang diakadkan langsung oleh abah Marzuqi. “Niat ikhlas, ojo macem-macem, niat ibadah, gak oleh rabi maneh, gak oleh wayuh (poligami)”, dawuh Abah KH. Marzuqi Mustamar sebelum melangsungkan akad nikah sebagai bekal kebahagiaan mereka. Meski dengan senyum canda, Abah dengan tegas meminta semua mempelai yang akad pada malam itu untuk tidak berpoligami. “Siji wae, ora oleh wayuh. Mesakne bojone” pesan Abah.

Baca Juga : Belajar Mencintai dari Kisah KH. Marzuqi Mustamar & Hj. Umi Saidah Mustaghfiroh

Acara akad nikah berlangsung sakral dan berjalan lancar, semua santri yang melangsungkan akad dengan fasih mengikrarkan ijab qobul. Pancaran wajah mereka terlihat bahagia. Ikrar ijab qobul yang diucapkan mempelai pria bukan hanya sebatas ucapan tanpa makna. Tapi, ucapan sakral yang membawa amanah dan tanggung jawab besar dalam mahligai rumah tangga mereka. Doa dari para kyai menjadi berkah tersendiri untuk setiap pasangan sebagai pengantin baru.

“Saya pernah mondok di sini dan dia (red: isteri) juga. Alangkah baiknya ngalap barokah Abah Kyai dengan ikut (akad di) halalbihalal, karena didoakan orang banyak”, kata salah satu mempelai pria, M.Misbahul Munir.

Menurut dia, akad nikah yang dilangsungkan dalam kegiatan halalbihalal pondok membawa kebaikan tersendiri. Selain mendapatkan barokah dari Abah Kyai, juga mendapatkan kebaikan doa dari poro Kyai dan dari seluruh jamaah yang hadir.

Sejarah Akad Nikah Saat Halalbihalal

“Sejarah akad nikah sebetul e iku langsung dari Abah Yai. Dilaksanakan dalam acara besar, itu intinya ya ngalap barokah. Mumpung ada kyai-kyai besar”, kata A. Sirojul Munir.

Menurut dia, tradisi akad nikah santri ini dimulai sejak tahun 2017 pada acara halal bihalal ponpes Gasek. Kala itu hanya satu pasangan santri yang diakadkan oleh pihak pondok pesantren. Akad nikah santri tahun pertama terjadi ketika salah satu santri KH. Marzuqi Mustamar sowan ke ndalem dengan maksud meminta santri putri beliau untuk dinikahi. Akhirnya, beliau merestui dan diutus melangsungkan akad nikah pada acara halal bihalal pondok.

“Ternyata ketika itu banyak respon. Dan tahun kedua tambah satu lagi”, kata A. Sirojul Munir.

Pada tahun 2018 jumlah santri yang mengikuti akad nikah dalam event halalbihalal adalah 2 pasang. Kemudian pada tahun ketiga (2019) mengalami peningkatan dengan 3 pasang santri yang telah dinikahkan. Mereka semua santri KH. Marzuqi Mustamar yang berkenan melangsungkan akad nikah di acara besar pondok demi mencari barokah dan keridhoan para kyai.

Baca Juga : 5 Hukum Menikah Menurut Menurut Kitab Qurrotul Uyun

Lurah ponpes Gasek menjelaskan, akad nikah santri ini tanpa dipungut biaya. Bahkan tidak ada pendaftaran resmi, melainkan hanya dengan sowan Abah dan Umik. Dengan harapan, memotivasi santri yang memang sudah saatnya menikah untuk segera menikah.

Terakhir, semoga para mempelai dijadikan keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rohmah. Mendapatkan amanah keturunan yang sholeh sholihah, dan dzurriyah mereka  dijadikan dzurriyatan thoyyibatan oleh Allah SWT.

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ

-Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fiil Khair-

”Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan”.

Aamiin yaa Robbal álamiin.

Penulis: Yuly Asmaa Tsaniyata

Editor: Zahro’ul Aini

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here