Pelatihan Fiqh Tata Cara Mengurus Jenazah Bersama Ust. Riyanto

0
190
views
Tata Cara Mengurus Jenazah
Ilustrasi oleh: Vivian Tifani Donna. sumber : https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/01/15/mgno1u-pelatihan-memandikan-jenazah-libatkan-majelis-taklim-1

Ponpesgasek.com- Pondok Pesantren Sabilurrosyad melaksanakan Pelatihan Fiqih tentang tata cara mengurus jenazah di Masjid Nur Ahmad Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang pada Kamis malam (21/03). Pelatihan ini dilakukan bersama Ustadz Riyanto Abdul Aziz (Moden Ds. Dilem, Malang) sebagai tutor atau pelatih.

Pelatihan ini dibuka dengan cerita pengalaman Ustadz Riyanto yang menjadi Moden (pengurus jenazah) sejak 2007 sampai sekarang. Menjadi Moden merupakan sebuah tanggung jawab besar. Kebanyakan orang tidak mau mengurus jenazah sehingga seorang Moden menjadi satu-satunya harapan masyarakat dalam mengurus jenazah. Keengganan banyak orang untuk mengurus jenazah itu disebabkan oleh ketakutan terhadap perbedaan aura orang mati dengan orang yang masih hidup. Hal ini menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat, sehingga pada prakteknya secara langsung tidak ada yang ingin mendekat dengan jenazah.

Berikut ini beberapa cara merawat jenazah yang harus dipahami oleh seorang muslim.

Memandikan Jenazah

http://www.almunawwar.net/niat-tata-cara-memandikan-jenazah-lengkap-dengan-gambarnya/

Tata cara memandikan jenazah diantaranya: 1) menghadapkan jenazah ke arah kiblat (kaki berada di sebelah barat); 2) berniat untuk memandikan jenazah; dan 3) meratakan air keseluruh tubuh.

Saat memandikan jenazah, disunnahkan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan. Untuk jenazah laki-laki, diutamakan yang memandikan adalah anggota keluarga yang laki-laki. Sedangkan, jenazah perempuan lebih diutamakan dimandikan oleh anggota keluarga yang perempuan.

Ketika memandikan jenazah, bagian badan sampai kepala jenazah agak diangkat  kemudian perutnya ditekan perlahan agar kotorannya keluar. Dalam memandikan jenazah, tidak ada perbedaan antara jenazah laki-laki dan perempuan. kemudian setelah dimandikan,  jenazah diwudhukan. Hukum mewudhukan jenazah ialah sunnah.

Setelah selesai menjelaskan teori mengurus jenazah, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mengkafani jenazah.

Mengkafani Jenazah

Tahap selanjutnya setelah memandikan jenazah ialah mengkafani jenazah. Mengkafani jenazah dimulai dengan memotong kain sesuai ukuran jenazah. Sediakan pula kapas (lebih baik kapas gulung bukan kapas kosmetik) dan kapur barus. Kapas digunakan sebagai penyumbat jalan belakang (dubur), hidung dan telinga sedangkan kapur barus sebagai pewangi dan pengusir serangga.

Klik tautan berikut untuk melihat tata cara mengkafani jenazah: klik di sini.

Saat menjadi Moden, ustadz Riyanto juga mendapati orang yang meninggal dalam kondisi yang berbeda-beda. Diantarnya: orang yang sudah meninggal tapi matanya masih mendelik, mulutnya masih terbuka (menga-nga), dan berbagai kondisi lainnya. Oleh karena itu, beliau berpesan agar orang yang sakit keras dan sudah tidak ada harapan untuk sembuh, harus benar-benar dijaga.

Setan selalu berusaha agar manusia meninggal tanpa membawa iman dan Islam. Salah satu sebab seseorang mati tanpa membawa iman dan Islam ialah karena meninggalkan sholat. Maka, agar seseorang meninggal dengan membawa iman dan Islam, jangan sampai meninggalkan sholat disamping karena memang sholat itu amal yang akan dihisab pertama kali.

Setan akan menyesatkan manusia saat menghadapi sakatarul maut (saat seseorang menghadapi kematian). Ketika seseorang sedang sakit keras, sebaiknya pihak keluarga selalu ada di sekitarnya dan menjaganya dengan baik. Sehingga, apabila tiba sakatarul maut mulai segera dituntun talqin pelan-pelan oleh keluarganya dan selanjutnya segera dirawat hingga dikuburkan. Demikian pesan Ust. Riyanto setelah menyampaikan teori dan mempraktikkan tata cara mengurus jenazah.

Penulis: Kumillaela

Penyunting: M. Chasbi Asshidiq

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here