4 Hal Yang Paling Sering Dibicarakan Santri Putri Ketika Antri Kamar Mandi

0
621
views
Santri Putri Sedang Mengantri Kamar Mandi
Ilustrasi oleh: Vivian Tifani Donna. Sumber Foto: https://instanonymous.com/m/BLVtboBD_H4

Ponpesgasek.com- Assalamualaikum, sahabat ponpesgasek! Di sela-sela hiruk pikuk kegiatan kalian, coba deh sekarang duduk tenang dan baca tulisan ini dengan senyum yang lebar, hehe.

Kalau kamu santri puteri alias “Mbak-mbak”, pastinya pernah dong merasakan antri di pondok? Bisa antri mengambil makan talaman, antri lewat lorong, antri wudhu, bahkan antri buat naruh jemuran.  Nah, pas ngantri, kecil kemungkinan Mbak-mbak hanya diam dan menunggu giliran. Pasti ada banyak percakapan terjadi.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat melakukan mini riset secara acak kepada mbak-mbak dan adik- adik SMP/SMA Gasek tentang apa yang mereka bicarakan ketika antri kamar mandi.  Sebenarnya saya yakin, santri putera alias “Mas-mas” juga punya kebiasaan yang sama ketika mengantri. Meskipun tidak semuanya senang mengobrol sih.

Nah, yuk simak apa kamu salah satu yang membicarakan ini ketika sedang mengantri?

1. Curhat Jadi Korban Ghosob

Skenario pembicaraan tentang barang ghosob-an bukan lagi jadi perbincangan hangat di kalangan santri, bahkan sudah jadi panas sampai dingin tetap saja fenomena ghosob masih terjadi. Perbincangan tentang ghosob ini biasanya sudah dimulai ketika mbak-mbak keluar kamar, lalu mencari sendal untuk ke kamar mandi. Kalau sendal kesayangan tak kunjung terlihat, alhasil curhat publik dimulai. “Loooh.. siapa ini yang pakai sandalku? Mbak-mbaaaak ada yang pakai sendal pink motif bunga punya sayaa?” –dan kalimat-kalimat sejenis itu akan terdengar secara paksa oleh santri putri yang lain. Kalau hening, sudah dipastikan, jadi korban ghosob!

Sampai di kamar mandi, kekecewaan Mbak Santri tidak akan berakhir. Apalagi pas antri ketemu mbak-mbak yang lainnya. “Hee mbaaak.. sendalku lho hilang. Padahal tadi siang masih ada” dengan raut muka melas. Percakapan panjangpun dimulai dan akan berakhir ketika salah satu atau dua-duanya sudah dapat giliran masuk kamar mandi. Sudah cerita panjang lebar, sendalnya tetap tidak kembali. Sedih.

Mbak-mbak anggun sholihah, jangan ghosob kepunyaan teman nggih, apalagi yang dighosob kesayangan teman sendri 🙁

2. Sharing Tentang Sekolah

Bahasan tentang sekolah ini paling banyak diobrolin sama adik-adik SMP-SMA. Kalau pas ngantri barengan di kamar mandi, adik-adik sering saling bertanya tugas dan PR satu sama lain. Kadang juga cerita tentang hari itu di kelasnya ada kejadian apa saja. Yang perlu diacungi jempol adalah semangat adik-adik yang mau ujian nasional. Survei acak kemarin mendapati mereka antri kamar mandi sepulang dari belajar tambahan dan masih membicarakan soal-soal atau materi yang kurang dimengerti.

Berbeda dengan topik yang dibahas adik-adik, mbak-mbak biasanya membicarakan hal-hal seputar magang, mata kuliah, skripsi sampai wisuda. Ternyata, antri kamar mandi juga bisa mengajarkan kita untuk memotivasi diri sendiri, lho. Seperti kalau ada teman wisuda, obrolan di kamar mandi bisa serupa ini: “Wah mbak itu sudah wisuda, aku kapan yaa? Besok aku tak mulai bimbingan lagi deh”. Semangat!

Bahasan lain tentang sekolah yang paling banyak diobrolkan adalah guru atau dosen favorit. Ada beberapa nama yang kerap kali diceritakan oleh adik-adik SMP-SMA yang diklaim adalah guru favorit mereka. Begitu pula mbak-mbak, yang saat mengantri sedang membicarakan dosen, baik favorit maupun yang killer sekalipun. Sejauh pengamatan, obrolan Insya Allah masih sebatas keluh kesah mbak-mbak tentang macam-macam dosen yang ditemui. Insya Allah tidak ghibah, hehe.

Mbak-mbak, ampun ngerasani guru nggih.. kersane ilmune manfaat tur barokah.

3. Peristiwa “Booming”

Booming yang dimaksud adalah kejadian-kejadian hangat di kalangan mbak-mbak ponpes Gasek. Seperti akhir-akhir ini, yang sering diobrolkan oleh mbak-mbak adalah tentang pilihan lurah, pilihan presiden, liwetan, sampai bayi-bayi selebgram. Seperti beberapa waktu lalu, pernikahan ketua keamanan pondok puteri dan pengurus keamanan putera yang sampai sekarang masih jadi perbincangan. Semoga sakinah, mawaddah, warohmah untuk Mbak Dina dan Mas Awal.

Baca Juga: Pengurus Putri Periode 2019-2020 Ponpes Sabilurrosyad Resmi Dilantik

Ternyata mbak-mbak Gasek adalah santri yang kritis terhadap situasi politik, terbukti dengan seringnya obrolan tentang pilihan presiden (pilpres) terjadi di sela-sela mengantri. Satu yang harus disepakati bersama di luar antusias kita berdiskusi adalah santri tetaplah santri yang seyogyanya manut pada Kyai. Saya salut pada mbak-mbak yang peduli dengan masa depan bangsa dan negara ini. Beberapa kali saya temui percakapan agak serius tentang ajakan untuk tidak golput pada pilpres 17 April 2019 nanti oleh sesama mbak-mbak. Santri sangat bisa untuk menjadi inisiator perubahan yang lebih baik, semoga mbak-mbak yang lain punya semangat yang sama untuk mensukseskan pemilihan nanti.

4. Jodoh

Dari sekian banyak hal yang bisa dibicarakan ketika mengantri, bahasan jodoh tidak akan pernah terlewatkan. Pemicu obrolan tentang jodoh beragam, diantaranya dapat kabar kalau teman menikah, ada mbak-mbak yang dilamar, efek nonton webseries di Youtube, bahkan bisa karena postingan desain kebaya di explore Instagram. Pertanyaan akan berputar di sekitar “Jodohku siapa yaa? Jodohku santri apa bukan ya?” atau sampai “Mas “inisial X” itu bisa gak ya jadi jodoh saya?“, lalu ditutup dengan saling tertawa kecil sesama mbak-mbak.

Saya yakin, semua mbak-mbak Gasek paham kalau jodoh sudah ada yang mengatur dan tidak perlu dicemaskan. Tapi terkadang, melihat teman satu persatu boyong dan menikah itu rasanya seperti ikut gupuh, hehe. Padahal kalau meraba diri sendiri, masih jauh dari kata siap. Karena kalau sudah siap, pasti jodoh mbak-mbak segera datang, kok. Gusti Allah Maha Mengerti apa yang terbaik untuk kita semua. Cukuplah resah yang berlebih itu selesai di lorong kamar mandi, selebihnya ayo sama-sama memperbaik diri dan berdoa meminta yang terbaik dari-Nya.

Baca Juga: 5 Hukum Nikah Menurut Kitab Qurrotul ‘Uyun, Jomblo Wajib Baca!

Nah itu tadi, 4 bahasan terbanyak yang diobrolin santri puteri alias mbak-mbak ketika antri kamar mandi. Bagaimana dengan santri putra? Mas-mas, apakah juga merasa membicarakan hal-hal yang sama? Atau ada hal lain yang sangat sering dibicarakan oleh mas-mas selain 4 hal di atas? Tambahkan di kolom komentar ya!

Penulis: Zahroul Aini
Editor: M. Chasbi Asshidiq

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here