7 Golongan Manusia Yang Memperoleh Naungan Allah Di Hari Kiamat

0
507
views
7 golongan yang mendapat naungan di hari kiamat
Illustrasi oleh: Mohammad Zakaria

Ponpesgasek.com- Dunia yang fana ini pasti akan mengalami kehancuran yang maha dahsyat. Hari datangnya kehancuran maha dasyat ini disebut dengan hari kiamat. Hari dimana seluruh makhluk kembali kepada sang pencipta. Tak ada satupun makhluk yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, bahkan Rasulullah saw sendiri.

Pada hari kiamat, setelah semua makhluk dicabut nyawanya dengan satu tiupan maha dasyat sangkakala (terompet), kemudian seluruh makhluk yang telah mati dibangkitkan kembali dengan tiupan terompet kedua, lalu dikumpulkan di padang mahsyar untuk dihisab amal perbuatannya selama di dunia, baik amal kebaikan maupun amal keburukan.

Ketika dikumpulkan, matahari seakan-akan berjarak sejengkal dari kepala. Pada hari itu, tidak ada tempat untuk bernaung. Namun, pada di hari dimana tidak ada naungan  itu, ada 7 golongan yang mendapat naungan secara khusus dari Allah SWT. Lalu, apakah kita termasuk dari salah satu golangan dari 7 ini atau malah tidak sama sekali?

 عَن أَبِي هُرَيرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَومَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمَامٌ عَادِلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ قَلبُهُ مُعَلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجتَمَعَا عَلَيهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيهِ، وَرَجُلٌ دَعَتهُ امرَأَةٌ ذَاتُ مَنصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ : إِنِّي أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخفَاهَا حَتَّى لاَ تَعلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنفِقَ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَت عَينَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya : 1) pemimpin yang adil, 2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah, 3) seseorang yang hatinya bertaut kepada masjid, 4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, 5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu berkata: Sesungguhnya aku takut kepada Allah, 6) seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dinfakkan tangan kanannya, dan 7) seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR. Bukhari, no. 1423 dan HR. Muslim, no. 1031)

1. Pemimpin Yang Adil

إِمَامٌ عَادِلٌ

Dari sisi pahala dan keefektivitasan dalam berdakwah, dan produktivitas kemanfaatannya untuk umat dan agama Islam, pemimpin yang adil itu melebihi seorang Kiai. Misal, seratus Kiai tidak akan mampu menghilangkan narkoba atau minuman haram dari suatu daerah hanya dengan dakwah dan ceramah biasa. Berbeda dengan kiai, seorang pemimpin bisa menghentikan peredaran narkoba dan minuman haram. Pemimpin yang adil ini bersama jajarannya mampu membuat peraturan baru tentang pelarangan narkoba dan minuman haram yang kemudian disahkan dan diberlakukan dalam suatu daerah tersebut. Dari kepemimpinan yang adil itu, seorang pemimpin yang adil jauh lebih efektif daripada Kiai sekalipun berjumlah serratus orang. Inilah golongan pertama yang akan diberi naungan oleh Allah kelak.

2. Pemuda yang Taat Beribadah kepada Allah

 وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ

Memang pada hakikatnya usia muda selalu memiliki hawa nafsu, syahwat dan hasrat yang besar dalam benaknya. Bahkan pasti akan datang godaan dan tantangan berat yang harus dihadapi oleh pemuda. Sehingga, ketika pemuda melihat sesuatu yang tidak seharusnya dan belum tentu baik untuk dirinya, dia meniru dan mengikuti apa yang telah dilihat sebelumnya. Namun, jika ia mampu mengendalikan nafsu syahwatnya dan sibuk beribadah kepada Allah, maka ia akan mendapatkan naungan dari Allah kelak di hari kiamat.

Baca Juga: 7 Kesalahan Yang Sering Terjadi Ketika Sholat, Anda Pernah Melakukannya?

3. Seseorang yang Hatinya Selalu Bertaut kepada Masjid

وَرَجُلٌ قَلبُهُ مُعَلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ

Golongan ketiga ini adalah orang yang hatinya selalu bergerak untuk melangkahkan kaki pergi ke masjid, baik berjamaah, i’tikaf, maupun untuk memakmurkan masjid. Seseorang yang selalu rajin berjamaah ke masjid, ketika suatu hari ia tidak pergi untuk shalat berjamaah, maka hati dan pikirannya akan merasa gundah.  Pikirannya akan terbebani karena merasa meninggalkan kewajiban yang telah menjadi kebiasaan dan sudah dipupuknya sekian lama. Maka, seseorang yang demikian itu akan mendapatkan naungan Allah SWT kelak.

4. Dua orang yang Saling Mencintai, Berkumpul dan Berpisah karena Allah SWT

وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجتَمَعَا عَلَيهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيهِ

Maksudnya, orang yang hendak melakukan kegiatan atau suatu perkara apapun itu yang niatnya hanya karena Allah SWT. Misalnya mereka berkumpul bersama keluarga, teman, saudara dan lain-lain, semua itu karena Allah. Kemudian mereka berpisahpun juga karena Allah. Jadi, pastilah sangat sulit untuk melepaskan seseorang yang telah dicintai itu pergi. Namun, karena rasa ikhlasnya yang demikian besar, ia pun percaya bahwa itu adalah takdir dari Allah yang terbaik untuk dirinya. Maka, Allah akan memberikan naungan kepada orang tersebut pada hari kiamat.

Baca Juga: 5 Hukum Nikah Menurut Kitab Qurrotul ‘Uyun, Jomblo Wajib Baca!

5. Seorang Lelaki yang Diajak Berzina Oleh Wanita yang Mempunyai Kedudukan Lagi Cantik, Lalu Berkata: Sesungguhnya Aku Takut Kepada Allah

وَرَجُلٌ دَعَتهُ امرَأَةٌ ذَاتُ مَنصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ : إِنِّي أَخَافُ اللهَ

Hal ini tidak hanya berlaku untuk laki-laki saja, namun juga untuk wanita. Apabila mereka diajak berzina oleh laki-laki, kemudian dia menolaknya dengan mengatakan bahwa dia takut kepada Allah. Jangankan berzina, mendekati zina itu sudah merupakan perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk. Dengan sebab menolak ajakan berzina dari seseorang yang memiliki pangkat dan kecantikan atau ketampanan itu, Allah SWT kelak memberi naungan pada hari tiada naungan selain naungan-Nya.

6. Seseorang yang Merahasiakan Sedekahnya

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخفَاهَا حَتَّى لاَ تَعلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنفِقَ يَمِينُهُ

Golongan selanjutnya ialah orang yang merahasikan sedekahnya. Bahkan saking rahasianya, Rasulullah SAW  menggambarkan orang yang bersedekah itu lalu menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dinfakkan tangan kanannya. Ia bersedekah secara sembunyi-sembunyi, sehingga tidak ada orang lain disekitarnya yang mengetahui bahwa ia telah bersedekah. Bahkan tangan kirinya pun tak mengetahui apa yang telah disedekahkan untuk orang lain oleh tangan kanannya.

كُلُّ امرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفصَلَ بَينَ النَّاسِ

“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad , IV/174)

Sedekah sirri yang luar biasa itu pernah dilakukan pada zaman modern ini. Contohnya seperti sedekah yang dilakukan oleh Gus Dur. Beliau pernah bersedekah berupa sarung, dan meminta untuk dibagikan kepada orang-orang terdekatnya setelah beliau wafat. Menjelang 40 hari wafatnya Gur Dur, orang yang ditunjuk beliau untuk membagikan, mulai sowan ke para Kiai sesuai amanah dari Gus Dur. Sedekah yang dirahasiakan karena Allah dan membuat dia kehilangan orang lain, itu lebih baik daripada sedekah yang diperlihatkan karena orang lain dan akan membuat dia  kehilangan Allah.

Baca Juga: Misteri Angka 9 di Balik Kehidupan Gus Dur

7. Orang yang Terus Menerus Berdzikir

وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَت عَينَاهُ

Golongan yang terakhir adalah orang yang terus menerus berdzikir kepada Allah SWT dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun. Orang itu selalu mengingat dosa-dosa yang telah diperbuatnya di masa lalu, kemudian beristighfar sampai menangis dan merenunginya dalam kesunyian dan kesepian seorang diri. Orang-orang yang terus menerus berdzikir kepada Allah SWT ini kelak akan mendapat naungan Allah di hari kiamat.

Dari beberapa uraian diatas, kita bisa menimbang termasuk golongan yang mana kita? Pantaskah kita mendapatkan naungan dari Allah kelak di hari kiamat? Dan kita berhak memilih untuk melakukan dari tujuh perkara diatas atau tidak. Hadiah ini akan Allah berikan kepada 7 golongan dengan kritetria yang telah dijelaskan. Jika kita termasuk salah satu dari 7 golongan itu, kelak pada hari akhir Allah akan menghadiahkan kepada kita berupa naungan dari kepanasan yang luar biasa dahsyat

*Disarikan dari pengaosan (pengajian) Majelis Ta’lim wal Maulid ad-Diba’i (MTMD) oleh KH. Marzuki Mustamar di Masjid Al-‘Adil Wal Ikhsan, Sawojajar pada 8 November 2017.

Klik tautan berikut untuk menyimak video pengajian MTMD oleh KH. Marzuki Mustamar. Klik disini.

Baca Juga: Perintah Menjaga dan Mempertahankan Islam Hingga Akhir Hayat

Penulis: Alfi
Editor: M. Chasbi Asshidiq

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here