SMA Katolik St. Albertus Dempo Live In Ponpes Sabilurrosyad

1
350
views
Rombongan SMAK Dempo Melakukan Foto Bersama Santri dan Panitia Live In Pasca Acara Penutupan pada Kamis (13/12) di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang

Ponpesgasek.com – Pondok Pesantren Sabilurrosyad menerima rombongan SMA Katolik Santo Albertus atau yang biasa dikenal dengan SMAK Dempo Malang untuk melaksanakan program live in Ponpes Gasek pada Senin pagi (10/12) di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang.

Kedatangan SMAK Dempo dengan rombongan sebanyak 70 siswa-siswi (20 putra 50 putri) yang didampingi 5 orang guru itu bertujuan untuk melaksanakan program “SMAK Dempo Live In Ponpes Gasek”. Live in merupakan program khusus SMAK Dempo untuk membiasakan siswa-siswinya agar hidup lebih dekat dengan masyarakat dan tinggal selama beberapa waktu di lingkungan yang akan ditempati sebagai tempat live in. Pada kesempatan kali ini, salah satu tempat yang dipilih adalah Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang.

Terkait terpilihnya Ponpes Gasek sebagai salah satu tempat live in, Achmad Sirojul Munir selaku Lurah Pondok mengatakan bahwa pihak SMAK Dempo telah berkomunikasi dengan pihak Ndalem dan Pondok yang menyatakan niatan itu sejak 2017 lalu. “Memang sudah ada rencana (dari pihak SMAK Dempo- red) dari 2017, 2 minggu yang lalu baru ada komunikasi dan baru terealisasi” ujarnya ketika mengarahkan panitia live in dari Ponpes Gasek selaku tuan rumah. Ia juga menyampaikan pesan dari Ndalem (Umik Saidah) untuk memuliakan tamu dari pihak manapun, terutama dari SMAK Dempo ini.

Pak Tik, sebagai perwakilan dari SMAK Dempo menyerahkan siswa-siwi SMAK sepenuhnya kepada KH. Marzuki Mustamar selaku pengasuh Ponpes Sabilurrosyad. “Abah, saya menyerahkan diri, monggo dipun golowentak, (kalau– red) salah (silakan– red) tegur, (kalau- red) kurangajar jewer, laporkan ke saya” ujar beliau ketika menyerahkan  siswa-siswi SMAK Dempo kepada pihak Ponpes Gasek. Beliau juga berpesan kepada siswa-siswi SMAK Dempo agar menyerap ilmu, iman dan kebaikan Abah Yai Marzuki selama ini kepada golongan minoritas seperti golongan agama selain muslim.

Selaku pengasuh, KH. Marzuki Mustamar menyambut baik kedatangan SMAK Dempo ke Ponpes Gasek, beliau juga memberikan pesan-pesan dan nasihat kepada SMAK Dempo yang berbeda keyakinan dengan umat Islam. “Kita berbeda tapi besatu (itu- red) jauh lebih baik, kita bersatu meskipun berbeda (itu- red) jauh lebih baik daripada sama tapi tukaran (bermusuhan- red), apalagi wes bedo tukaran pisan (apalagi sudah berbeda lalu bermusuhan- red)pesan beliau kepada rombongan SMAK Dempo.

Kegiatan SMAK Dempo Live In Ponpes Gasek dilaksanakan selama 4 hari. Kegiatan dimulai sejak pembukaan dan penyambutan oleh pihak Ponpes Gasek pada senin (10/12) dan berakhir dengan penutupan pada kamis (13/10). Adapun rangkaian kegiatannya disesuaikan dengan kegiatan harian Ponpes Gasek sebagai tempat live in seperti mengaji bersama, ditambah dengan materi kepesantrenan serta outbond di sekitar lingkungan pondok pesantren. Tujuannya adalah agar siswa-siswi SMAK Dempo mengenal kehidupan santri dan tradisi pesantren yang penuh dengan kesederhanaan, terutama Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang.

Selain itu, siswa-siswi SMAK Dempo juga berinteraksi lebih dekat dengan santriwan-santriwati di Ponpes Gasek. Beberapa rutinitas santriwan-santriwati diikuti dengan sangat antusias mulai dari mengaji kitab kuning, pembacaan shalawat maulid diba’ dan berolahraga serta roan bersama (gotong royong membersihkan area pondok). Interaksi langsung dengan santriwan-santriwati juga berlangsung hingga ke kamar-kamar.

Siswa-siswi SMAK Dempo mendapatkan pelajaran baru selama live in Ponpes Gasek. “Pertama kali kami masuk, kami merasa kaget terhadap situasi dan kondisi lingkungan yang berbeda dengan lingkungan hidup kami yang biasanya, di sini kami belajar tentang toleransi dan perbedaan, persaudaraan yang erat, belajar tentang bagaimana agar bisa sabar, bagaimana rasanya harus tabah, mengantri untuk mandi, bangun pagi. Saya merasa bersyukur setelah live in di sini, kami semua bisa belajar tentang nilai-nilai moral yang tidak ditemukan di SMA Dempo tapi kami temukan di Pondok Pesantren” ungkap Qoni, salah satu siswi SMAK Dempo ketika menyampaikan kesannya selama live in Ponpes Gasek.

SMAK Dempo Live In Ponpes Gasek resmi berakhir dengan penutupan secara formal pada kamis (13/10). Selaku Kepala Sekolah SMAK Dempo, Romo Ignatius Abadi menyampaikan terimakasih kepada Ponpes Gasek atas kesempatan, pengalaman, dan pelajaran yang telah diberikan kepada siswa-siswi SMAK Dempo selama 4 hari. Beliau juga berpesan kepada siswa-siswinya untuk senantiasa mengingat nilai-nilai, pelajaran, dan pengalaman selama hidup di Ponpes Gasek sebagai bekal di masyarakat dan masa depan. “Kalian telah mendapat saudara baru, jadikan pengalaman selama di sini sebagai bekal masa depan” pesan beliau.

Beliau juga berharap hubungan baik antara pihak Ponpes Gasek dengan SMAK Dempo tidak berakhir begitu saja. Beliau menyilakan jika santriwan-santriwati ingin bermain dan bersilaturahmi ke SMAK Dempo. Ponpes Gasek selalu diterima dengan tangan terbuka. Hal yang sama juga disampaikan oleh Achmad Sirojul Munir selaku Lurah Ponpes Gasek. “Monggo, kalau, nanti ketemu, di jalan, atau dimana, silakan sapa dan jangan sungkan-sungkan” pesannya ketika menyampaikan sambutan dalam penutupan SMAK Dempo Live In Ponpes Gasek. Akhirnya, setelah ditutup dengan do’a oleh Kang Munir (sapaan akrab Pak Lurah), acara SMAK Live In Ponpes Gasek resmi berakhir. (Hasbi)

Facebook Comments

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here