Perintah Menjaga dan Mempertahankan Islam Hingga Akhir Hayat

2
269
views

Ponpesgasek.com- Berbicara mengenai kematian, tidak ada yang tahu kapan dan dalam keadaan seperti apa manusia akan meninggal dunia. Apakah mendapatkan predikat husnul khotimah (akhir yang baik) atau malah sebaliknya, su’ul khotimah (akhir yang buruk). Demikian pula seorang muslim, ia tidak bisa menentukan atau memilih bagaimana keadaan akhir hayatnya. Apakah ia menghadap Allah swt. dalam keadaan membawa iman-islamnya, ataukah justru menjadi kafir menjelang akhir hayatnya. Na’udzu billahi min dzalik.

Seorang muslim belum tentu bisa selamanya mempertahankan agama hingga ia meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Boleh jadi ia meninggal dunia dalam keadaan su’ul khitimah. Begitu juga orang kafir, belum tentu ia meninggal dalam keadaan su’ul khotimah dengan membawa kekafirannya. Bisa jadi ia meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah karena telah masuk Islam menjelang akhir hayatnya. Karena jodoh, rizki, dan kematian ada di tangan Allah swt., maka hanya Allah-lah yang tahu semua itu. Namun, meskipun orang muslim tidak bisa menentukan akhir hayatnya, Allah swt. memerintahkan agar tetap mempertahankan agama sehingga meninggal dunia dalam keadaan beragama Islam. Sebagaimana firman Allah swt. dalam QS. Ali Imron ayat 102 :

(يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ (آل عمران: 102

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam”.

Agama islam merupakan satu-satunya agama yang menurut firman Allah swt. sendiri diterima dan diridhoi. Benar tidaknya agama dilihat dari kitab sucinya. Kalau kitab sucinya asli, maka bisa dipastikan agama itu asli. Misalnya, kebenaran Injil yang sekarang. Keaslian Injil yang sekarang sudah tidak terbukti. Bagaimana bisa? Alasannya adalah karena yang aslinya hanya satu sekarang sudah menjadi empat macam Injil. Bagaimana mungkin Injil yang aslinya hanya satu, berubah menjadi empat macam Injil berbeda itu dikatakan benar dan asli semua? Berbeda dengan Al-Qur’an. Sampai kapan pun dan golongan apapun, tetap menggunakan satu Al-Qur’an yang sama. Dengan demikian, terbuktilah firman Allah yang menyatakan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar-benar Allah ridloi untuk Rasul-Nya dan hamba-hambanya yang beriman.

(إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ (آل عمران : 19

Artinya : Sesungguhnya agama (yang diridhai/diterima) disisi Allah hanyalah Islam.

(وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (آل عمران : 85

Artinya : Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (celaka).

(الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا (المائدة : 3

Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

Mendapatkan ridho Allah swt. merupakan capaian tertinggi bagi seorang hamba. Karena agama yang telah diridhoi Allah swt. adalah agama Islam, maka hendaknya agama Islam dijaga dan dipertahankan hingga akhir hayat. Perintah mempertahankan agama Islam hingga akhir hayat juga pernah diwasiatkan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 132, Allah swt. berfirman tentang wasiat Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ya’qub as. kepada anak keturunannya agar tetap mempertahankan agama Islam hingga akhir hayat:

وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبۡرَٰهِ‍ۧمُ بَنِيهِ وَيَعۡقُوبُ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

Artinya: Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya´qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.

Menjaga dan mempertahankan agama Islam hingga akhir hayat merupakan kewajiban bersama. Semua orang yang mengaku beragama Islam, wajib menjaga dan mempertahankan agama Islam hingga akhir hayatnya. Kewajiban itu bukanlah kewajiban ulama, habaib, kiai atau ustadz, atau da’i saja, melainkan kewajiban seluruh elemen umat Islam. Maka, orang tua, guru, direktur, kepala sekolah, tokoh masyarakat, pribadi-pribadi, suami-istri, semuanya berkewajiban menjaga agama dengan tujuan jama’ah, karyawan, murid, anak, sanak famili, dan warga hingga umat bisa mempertahankan agama Islam hingga akhir hayat.

Lalu, bagaimana caranya agar kita tetap mempertahankan agama Islam sehingga meninggal dunia dalam kedaan beragama islam? Manusia tidak bisa memastikan bahwa dirinya akan tetap beragama Islam sampai meninggal dunia. Manusia juga tidak bisa memastikan bahwa ia akan meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah dan masuk surga. Namun manusia dapat berusaha (ikhtiyar) untuk mempertahankan agama Islam dengan melakukan perintah Allah swt., meninggalkan apa yang dilarang-Nya, dan terus meminta (berdo’a) kepada-Nya agar tetap dijaga keislamannya dengan mengharap husnul khotimah hingga akhirnya meninggal dalam keadaan tetap beragama Islam.

Meskipun manusia tidak bisa memastikan bahwa dia akan husnul khotimah, namun Allah swt. akan tetap memberinya jalan. Jika dia benar-benar melewati jalan yang ditunjukkan Allah swt. itu, berarti dia telah melakukan apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya, patuh pada apa yang diperintahkan oleh Allah swt., maka Insyaallah akan meninggal dunia dalam keadaan beragama Islam dan husnul khotimah. (Iif)

*Disarikan dari pengaosan KH. Marzuki Mustamar  dalam rutinan Pengaosan Jum’at Pagi di Masjid Nur Ahmad Ponpes Sabilurrosyad Gasek, Kota Malang pada Jum’at, 2 November 2018.

Klik link berikut untuk menyiak video pengaosan Jum’at Pagi Jum’at 2 November 2018: Perintah Mempertahankan Islam Hingga Akhir Hayat

Facebook Comments

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here