Biografi Pengasuh : KH Murtadlo Amin

0
1125
views

Nama lengkap beliau, KH Murtadlo Amin S.Pd, M.Ag. Mengawali pendidikan sekolah dasar di kampung halaman beliau, tepatnya di desa Pandengan ploso, Kec Pucuk, Kab. Lamongan, saat duduk di bangku pendidikan sekolah dasar kelas 4 SD beliau ingin menimba ilmu di MI tempat tinggal, saat itu beliau langsung masuk kelas III MI. Semenjak saat itu beliau menimba ilmu di dua lembaga sekaligus, pagi hari di SD dan sore hari di MI dengan jenjang yang berbeda, SD kelas 4, sedangkan MI masih duduk di kelas III.

Pada saat kelas VI Ustad Murtadlo mengikuti Ujian Kelulusan SD beliau juga berkeinginan untuk ikut ujian MI yang seharusnya di jalani satu tahun berikutnya, namun pihak sekolah mengizinkan beliau untuk mengikuti Ujian kelulusan kelas VI MI, alhasil beliau dinyatakan lulus Ujian MI dengan predikat Lulusan terbaik bersamaan dengan lulus Ujian kelulusan SD. Jenjang pendidikan menengah pertama beliau selesaikan di MTs Ma’arif Lamongan.Baru setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama pada tahun 1982 beliau hijrah ke Malang untuk memulai studinya di Pondok Pesantren Miftahul Huda , Gading di bawah asuhan K.H. Abdurrachim Amrullah Yahya, K.H. Abdurrohman Yahya, K.H. Ahmad Arif Yahya, dan K.H. Baidlowi Muslich.

“mengaji dan belajar ilmu umum tetap berprastasi”

Karena pengasuh di pondok Gading mengizinkan para santri untuk mengikuti pendidikan sekolah formal di luar pondok, selain menimba ilmu di dunia pesantren beliau juga meneruskan study formalnya di PGAN (sekarang MAN 3 Malang) dari mulai tahun ajaran 1982/1983 – 1985/1986.Sesuai tujuan utama beliau hijrah ke Malang untuk menimba ilmu di Pondok Pesantren , siang sampai malam hari sepulang menimba ilmu di sekolah formal beliau menghabiskan waktunya untuk menimba ilmu di PPMH. Studi diniahnya beliau mulai dari bangku II ula Madrasah Diniyah Matholiul Huda, Pon. Pes. Miftahul Huda sampai tingkatan terakhir yaitu kelas III ‘ulya(mutakhorijin).

Juara kelas merupakan langganan bagi beliau selama menjalani study diniah di Pon. Pes. Miftahul Huda. Pertama kali beliau menginjakkan kaki di Pon Pes Gading, Keadaan pondok belum seperti sekarang, terang beliau. Beliau masih mengalami masa pesantren dimana pada saat itu jika para santri mandi dan qodil hajat harus ke sungai, dengan keadaan serba kurangnya fasilitas pondok pada masa itu, tidak mengurangi semangat beliau untuk menimba ilmu dan mengabdi kepada para Masyayikh di Pondok Gading. Justru dengan keadaan seperti itulah yang menjadi rahasia mengapa santri dulu lebih sukses daripada santri sekarang dengan segala fasilitas yang lebih menunjang.Saat masih menjadi santri MMH PPMH beliau telah diajar oleh ustadz yang sampai sekarang masih aktif mengajar di kelas II dan III ‘ulya, Ustadz Ashruhin. Banyak suka duka yang dialami oleh mantan Sekretaris Pengurus Harian PP Miftahul Huda(sekarang setara dengan Kepala Pengurus Harian PPMH , karena struktur PH dulu belum ada KPH) ini saat menjalani kehidupan sebagai santri di PPMH.

“Santri itu sendiko dawuh”

Suatu hari beliau pernah diajak tindaan (bepergian Red) oleh K.H. Baidlowi Muslich dan di utus menyetir motor, pada saat itu Ustadz Murtadlo belum lancar dalam mengendarai motor, namun karena atas permintaan Romo Kyai beliau tanpa ragu melaksanakan utusan Kyai untuk membonceng K.H. Baidlowi Muslich tindaan, alhasil di tengah perjalanan Ustadz yang mengaku pada masa nyantri suka tidur ini hampir jatuh saat membonceng Kyai Baidlowi, al-hasil Romo kyai yang ganti membonceng Beliau untuk meneruskan perjalanan.

Beliau mengaku bahwa masa menjadi santri di Pondok Gading adalah masa yang sangat menyenangkan, hal yang paling beliau sukai saat menjadi santri adalah bila beliau diutus ndereaken (menemani- red) Kyai tindakan. Dan hal yang tidak beliau sukai adalah jika di suruh hafalan namun tidak bisa. Selepas selesai di bangku menengah atas beliau melanjutkan studynya di Jurusan PMPKN, Fak. IPS, IKIP malang. Dalam perjalanan beliau menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi beliau telah berhasil menjuarai LKTI Nasional dan menjadi lulusan terbaik di jurusan itu.

Kyiai yang pernah menjabat sebagai pengurus PMII Komisariat IKIP Malang maupun Pengurus Cabang ini juga aktif menjadi pengurus di berbagai organisasi kampus. Sampai akhirnya meneruskan Program Pasca Sarjana Study Islam Syariah di UNISMA. Ustadz yang sampai sekarang masih aktif mengajar di Ponpes Gasek ini mengakui bahwa bekal pengetahuan untuk memasuki S2 ini bukan didapatkan dari pendidikan bangku formal, namun dari pondok pesantren.

Meskipun beliau mempunyai banyak berprestasi di bangku pendidikan Formal, beliau tetap mengutamakan pendidikan di pondok, terbukti dari kelas II ula sampai kelas III ‘ulya mantan ketua panitia Haflah imtihan (H.I.) pada masa menjelang wisudanya ini selalu langganan menjadi juara kelas. Bagi beliau pendidikan di pondok pesantren adalah prioritas utama. Sebagai seorang santri, hudah seharusnya berjuang sekuat tenaga demi mendapat ridho dan mentaati segala perintah Kyai, jangan sampai sedikitpun membuat sakit hati dan mengecewakan guru (Kyai). Kewajiban santri lainnya yaitu menghindari sikap takabur ketika bergaul dengan teman sesama santri, meskipun itu sulit. Pendidikan di pondok harus diprioritaskan daripada di bangku sekolah maupun kuliah, dan tradisi pondok harus diyakini dengan sepenuh hati. Itulah sarana bagi kita yang menjadi moto beliau, karena tradisi di pondok mengajarkan bahwa :

  • Guru adalah sebagai pintu ilmu
  • Keberhasilan yang telah kita capai bukan karena usaha kita sendiri namun semua itu tidak terlepas dari jasa besar para Masyayikh, selain usaha belajar , riyadloh serta doa kita.
  • Para Asatidz yang mengajar di pondok tidak mementingkan gaji ataupun bayaran, akan tetapi bisa menyampaikan ilmu itu merupakan panggilan nurani, sekaligus kepuasan batin tersendiri.
  • Mendoakan orang tua yang telah jerih payah membiayai pendidikan kita adalah suatu kewajiban santri setiap hari.

“Keahlian (expertise) adalah buah dari proses”

Berkaitan keahlian dan pengetahuan beliau tentang ilmu falaq, Abah Murtadlo menimba ilmu tersebut di Ponpes Gading di bawah bimbingan para Masyayikh. Pertama kali belajar dasar-dasar ilmu Falaq, beliau mengaku merasa tidak tertarik, setelah diberi kesempatan ikut pelatihan atas perintah dari masyayikh, beliau baru merasa tertarik kepada Ilmu Falaq. Karena ketertarikan dan keahlian terhadap Ilmu Falaq, Kyiai masih aktif mengajar ini diberi amanah untuk menjadi anggota Badan Hisab dan Ru’yah (BHR) Kemenag Jawa Timur dan jajaran Ketua Lajnah Falaqiyah Jawa Timur sampai sekarang. Selain aktif di BHR beliau juga aktif mengajar Mata Kuliah Ilmu Falaq di Fakultas Syariah UIN Malik Ibrahim Malang.

“Khidmah tak MENGENALI LELAH”

Beliau menikah dengan Umi Hidayatul Hikmah, yang berasal dari Gresik, 1 tahun pertama saat setelah menikah, beliau masih mengajar di pondok dan mengekos di samping pondok karena istri beliau masih harus menyelesaikan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Gresik. Baru tahun 1996-1997 beliau memutuskan menempati tempat tinggal sendiri bersama istri beliau, meskipun begitu, selama 3 tahun lebih beliau masih aktif di pondok gading dan setiap hari harus pulang pergi untuk mengajar dan membantu aktifitas pengurusan di pondok.

Dalam menjalankan amanah yang diemban beliau sebagai pengajar di berbagai perguruan tinggi, dan pengurus di berbagai organisasi yang sesuai dengan keahlian beliau, ilmu Falaq, beliau masih sempat berkhidmat pada almamater beliau, PPMH, Gading, dengan mengajar Ushul dan Qowaidul Fiqh di kelas II dan III ‘ulya, serta mengajar di santri putri PPMH, Gading. Kitab-kitab yang pernah dipercayakan masyayikh kepada beliau untuk mengajar diantaranya:

  • Awamil al-Jurjani,
  • Bulughul Maram,
  • Maqsud,
  • Tashrif,
  • serta pengalaman pertama kali mengajar di santri putri yaitu kitab Tafsir al-Jalalain.

Saat ini menjadi salah satu dewan Pengasuh di Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang.

Biografi:

Nama Lengkap : Moh. Murtadlo Amin

Ttl : Lamongan, Ahad kliwon 8 Mei 1966

Orang Tua : H. Moh. Ismail – Hj Zainab (Alm)

Alamat Orang Tua : Padengan ploso, pucuk, Lamongan

Istri : Hidayatul Hikmah (2 anak)

Pendidikan:

  • SD + MI (Lamongan, 1979)
  • MTs Ma’arif (Lamongan)
  • PGAN(MAN 3): Jl. Bandung Malang (1982/83-1985/86)
  • S1 – IKIP Malang (PMPKN, Fak. IPS)
  • S2 (Program Pasca Sarjana) – UNISMA , Study Islam Syari’ahPes.
  • Miftahul Huda, Gading – Malang, masuk (1982/83)
  • Pendidikan Diniah Hanya di PPMH, Gading (2 ibtida’ – 3 Tsanawiyah), Lulus pada tahun 1990

Prestasi:

  • Lulusan terbaik MI Padengan Ploso, Pucuk, Lamongan.
  • Lulusan terbaik S1 IKIP Malang di Jurusan PMPKN, Fakultas IPS
  • Juara I LKTI Tingkat Nasional saat masih duduk di bangku kuliah S1, di IKIP Malang.

Karier dan Jabatan:

  • Mengajar di PPMH (dari mulai mutakhorijin – sampai sekarang)
  • Mengajar santri putri PPMH(sampai sekarang)
  • Menjadi Sekretaris PH(Pengurus Harian) PPMH
  • Ketua Forum Bahstul Masail di PPMH.
  • Pengurus PMII (baik Pengurus Komisariat maupun Pengurus Cabang Malang)
  • Ketua Lembaga Muslim Study di Fakultas IPS IKIP Malang.
  • Katib Awal PCNU Malang (sampai sekarang)
  • Anggota Badan Hisab Ruyah (BHR) DEPAG Jatim (sampai sekarang)
  • Mengajar Mata Kuliah Agama di UNISMA di berbagai Fakultas yaitu: FKIP, FIA, F. Teknik. (sampai sekarang).
  • Mengajar mata kuliah Ilmu Falaq di Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Fak. Syariah
  • Pengajar di berbagai Lembaga Pondok Pesantren di Malang.
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here