Senin, Maret 30Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang

10 Bentuk Kedurhakaan Istri Kepada Suami Menurut Kitab Qurrotul ‘Uyyun

10 BENTUK KEDURHAKAAN istri kepada suami menurut kitab qurrotul uyyun
Ilustrasi : Naylatul Izah

Ponpesgasek.com – Semua kaum hawa tentu berharap menjadi istri idaman bagi suami. Baginya, mengabdikan diri kepada suami dengan segenap lahir dan batin merupakan perkara yang penting. Terlebih bagi santri putri misalnya, pasti sudah menjadi suatu tuntutan yang wajib dipenuhi ketika menjadi seorang istri. Dengan harapan, kelak supaya bisa menjadi istri idaman bagi suami masing-masing. Istri idaman menurut pendapat setiap orang tentu berbeda-beda. Namun demikian, terdapat satu ketentuan yang membuatnya tergolong ke dalam istri yang idaman, yakni istri yang salihah.

Bentuk kesalihahan seorang istri dapat dilihat dari tingkah laku kesehariannya dalam berumah tangga. Seberapa sering istri berlaku durhaka kepada suami, maka akan berakibat pada terancamnya keutuhan rumah tangga keluarga tersebut. Bentuk kedurhakaan pun bermacam-macam. Berikut merupakan bentuk-bentuk kelakuan yang dikategorikan durhaka menurut kitab Qurrotul ‘Uyyun. Kitab kuning klasik populer yang membahas berbagai hal kehidupan berumah tangga.

1. Mengeraskan Suara di Atas Suara Suami

Dalam menjalani kehidupan rumah tangga tentunya terjadi perbedaan-perbedaan sikap antara istri dan suami. Selama perbedaan yang masih dalam batas kewajaran, dengan kondisi seperti apa pun, seorang istri harus merendahkan suaranya ketika berbicara kepada suami. Walaupun istri beranggapan pendapatnya lah yang benar. Sebagaimana kita ketahui, Rasulullah SAW dalam beberapa hadis menunjukkan betapa tinggi kedudukan suami atas istri.

فِي سَنَةِ ثَمَانٍ وَعِشْرِينَ وَمِائَتَيْنِ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي ظَبْيَانَ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ
أَنَّهُ لَمَّا رَجَعَ مِنْ الْيَمَنِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ رِجَالًا بِالْيَمَنِ يَسْجُدُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضِهِمْ أَفَلَا نَسْجُدُ لَكَ قَالَ لَوْ كُنْتُ آمِرًا بَشَرًا يَسْجُدُ لِبَشَرٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا ظَبْيَانَ يُحَدِّثُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ أَقْبَلَ مُعَاذٌ مِنْ الْيَمَنِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي رَأَيْتُ رِجَالًا فَذَكَرَ مَعْنَاهُ

“Pada tahun duaratus dua puluh delapan, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Zhabyan dari Mu’adz bin Jabal; bahwasanya saat ia kembali dari Yaman, ia berkata; Wahai Rasulullah! Saya melihat orang-orang di Yaman saling sujud satu sama lain, bolehkan kami bersujud pada baginda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Andaikan aku memerintahkan manusia sujud kepada sesama manusia, pastilah aku perintahkan wanita bersujud kepada suaminya.” (HR Imam Ahmad, No 20983).”

Apabila istri menganggap remeh dan melanggar ketentuan Allah SWT maka azab bagi istri yakni akan mendapatkan laknat dari semua makhluk yang disinari matahari.

2. Membanding-bandingkan (Mengungkit-ngungkit) Harta yang Dimiliki dengan Harta Milik Suami

Semua orang tentu pernah melakukan kebaikan meski sebutir pasir sekali pun, dalam berumah tangga akan menjadi sebuah kedurhakaan apabila seorang istri mengungkit-ungkit kebaikan yang telah dilakukannya kepada suami  dan keluarganya. Atau malah menganggap bahwa kebaikan yang dilakukan suami terhadapnya tidak lebih besar dari kebaikan yang ia lakukan. Jika hal tersebut sengaja dilakukan istri, maka  azab baginya yaitu Allah SWT akan menghapus semua amalnya. Lalu ia akan dikumpulkan bersama Fir’aun di neraka kelak.

 

Baca Juga :

5 Hukum Nikah Menurut Kitab Qurrotul ‘Uyun, Jomblo Wajib Baca!

3. Tidak Menunaikan Hak Suami

Menjadi seorang suami sangatlah berat karena harus menjadi pemimpin bagi istri dan juga anak-anaknya. Allah SWT memberikan keutamaan bagi laki-laki lebih besar dari perempuan. Sebab dialah yang harus memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Tidak terhenti sampai di situ saja, suami masih harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya atas seluruh keluarganya di akhirat kelak.

Oleh karena itu, suami memiliki hak-hak atas istrinya yang harus ditaati, dipatuhi, dan dijalankan dengan baik. Meskipun keduanya memiliki hak dan kewajiban, suami tetap memiliki kelebihan atas istrinya. Apabila itu dilanggar, maka azab yang pantas atas perbuatannya adalah masuk neraka.

4. Mengambil Harta Suami Tanpa Izin

Memenuhi kebutuhan rumah tangga merupakan kewajiban bagi seorang suami. Baik kebutuhan dalam bentuk materi maupun non materi. Problem dalam rumah tangga yang kerap kali dihadapi ialah problematika nafkah. Terkadang istri memperoleh nafkah yang kurang dari suami. Nafkah yang telah diberikan tidak cukup untuk dibelanjakan keperluan sehari-hari.

Apabila keadaan sudah seperti ini, barangkali seorang istri terpaksa harus mengambil uang suami tanpa meminta izin terlebih dahulu. Sadarkah kita? Tindakan seperti ini merupakan perbuatan yang dibenci Allah SWT? Azab yang diberikan sebanding dengan dosa 70 pencuri.

5. Membentak Suami

Dalam berumah tangga, ada kalanya seorang suami maupun istri pernah berbuat salah. Jika suami berbuat salah, maka sudah semestinya bagi seorang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, bertutur dengan lemah lembut. Istri tidak seharusnya membentak (bersuara keras), dan menyinggung perasaan suami.

Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada semua istri agar selalu taat dan memperlakukan suami dengan lemah lembut. Apabila  istri berlaku kasar, tentu Allah SWT mengazabnya dengan tidak memberinya ampunan atas dosa-dosanya hingga hari kiamat.

 

Baca Juga :

Belajar Mencintai dari Kisah KH. Marzuqi Mustamar & Hj. Umi Saidah Mustaghfiroh

6. Berkhianat Kepada Suami

Pernikahan merupakan ikatan sakral bagi seorang pria dan wanita untuk menjalani kehidupan bersama-sama yang sudah diridhoi Allah SWT. Sebagai pasangan kekasih yang berjuang dijalan Allah SWT bersama, seorang istri diharapkan bisa mendampingi suami dan mendukungnya dengan semaksimal mungkin.

Namun demikian, hingga saat ini masih dapat ditemui istri-istri yang mengkhianati suami di tengah perjuangannya. Bukannya bersama-sama mencari pahala, tetapi yang terjadi adalah memupuk dosa, seperti halnya berselingkuh. Jika perbuatan ini dilakukan istri, maka Allah SWT akan memberinya azab yang pedih, yaitu akan diperintahkan 70.000 ular dengan kalajengking untuk menyiksanya di kubur kelak sampai hari kiamat. Na’udzubillaah

7. Berzina dengan Laki-laki Lain

Pernikahan adalah prosesi yang suci dan agung, di mana antara laki-laki dan perempuan menjadi pasangan suami istri yang nantinya akan menjalani kehidupan rumah tangga bersama. Namun dalam keberlangsungannya, seringkali ikatan pernikahan mengalami keadaan pasang surut. Berbagai masalah tertentu menjadi pemicu perselisihan.

Bahkan yang lebih buruk adalah munculnya pihak ketiga di antara keduanya. Setiap pasangan suami istri memiliki potensi untuk mengalami masalah orang ketiga atau berselingkuh. Yang entah hal tersebut dilakukan oleh oleh suami maupun istri. Sungguh pedih laknat Allah SWT kepada  Istri yang berzina dengan orang yang bukan mahramnya. Allah SWT akan mengazabnya dengan memasukkannya ke dalam neraka, lalu pada mulutnya akan muncul darah dan nanah.

8. Tidak Izin kepada Suami Ketika Hendak Keluar

Izin kepada suami sering dianggap remeh. Tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh sebagian istri di zaman sekarang. Bukan masalah ketidaksengajaan. Namun, di dalam ikatan suami istri, hal-hal yang dianggap remeh bisa jadi termasuk perbuatan dosa atau malah sebaliknya, bisa jadi ladang pahala dan semakin memupuk kualitas rumah tangga itu sendiri.

Islam adalah agama yang paling sempurna, bahkan hal terkecil yang dianggap remeh oleh banyak orang tetap saja di dalam Islam telah terdapat hukum dan aturannya sendiri-sendiri. Istri harus meminta izin kepada suami ketika hendak keluar rumah. Ketentuan syariat ini jangan sampai dipandang sebagai beban, paksaan, atau malah dianggap sebagai penghalang.

Izin dari suami harus dipahami sebagai bentuk kasih sayang, perhatian, serta wujud dari rasa menghargai tanggung jawab seorang suami sebagai pelindung. Dengan menaati suami, seorang istri akan mendapatkan hikmah dan ganjaran yang luar biasa. Jika hal itu tetap dilanggar, ingatlah bahwa Allah SWT sangat membenci perbuatan tersebut.

9. Membebani Suami di Atas Kemampuannya

Mendapatkan nafkah dari suami merupakan hak bagi seorang istri. Kewajiban suami agar selalu memperhatikan dan terus berupaya mencari nafkah yang halal. Manakala suami sudah berusaha dan tidak menemui target yang dituju, maka sebagai istri berkewajiban menentramkan suami dengan menerima berapa pun nafkah yang diberikannya.

Istri tidak seharusnya membebani suami dengan permintaan yang sulit bagi suami untuk memenuhinya. Akan tetapi, realita yang banyak terjadi justru sebaliknya, sebagian istri membebani suaminya dengan berbagai permintaan di luar kemampuannya. Untuk itu marilah berhati-hati. Sebab Allah SWT akan mengazab istri yang terlalu membebani suami dengan dimasukkan ke dalam neraka bersama orang-orang kafir  dengan azab yang panjang.

 

Baca Juga :

Ingat, 5 Rukun Nikah Harus Terpenuhi!

10. Bermuka Masam Kepada Suami

Kepekaan istri terhadap perasaan suaminya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan rasa tersinggung antara keduanya. Marilah mengingat sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini :

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

“Wanita terbaik menurut Rasulullah SAW “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231).”

Sudah menjadi kewajiban istri untuk selalu menunjukkan wajah yang berseri-seri di hadapan suaminya. Dengan menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, dan tidak bermuka masam. Senantiasa mendatanginya dengan wajah yang menyejukkan untuk dipandang suami. Selalu mengingat murka Allah SWT pada istri yang selalu bermuka masam terhadap suaminya. Allah SWT akan menghitamkan wajahnya kelak pada hari kiamat.

Tentu semua azab tersebut akan hilang apabila bertobat dengan sebenar-benarnya tobat. Itulah beberapa bentuk kedurhakaan yang perlu diperhatikan oleh para istri. Maka istri sudah seharusnya memperhatikan semua hal itu dengan saksama berikut dengan ganjaran berupa azabnya. Semua perkara ini telah disabdakan oleh nabi ketika para sahabat mengadu tentang perilaku istri-istrinya kepada beliau.

Menjadi istri idaman memang tidak mudah membalikkan telapak tangan. Sangat diperlukan pengorbanan yang panjang dan juga hati yang lapang. Untuk itu kepada calon-calon istri nantinya tetaplah istikamah. Tetap cintailah pasangan kita masing-masing meski seburuk apa pun keadaannya. Niatkanlah ibadah ini untuk mencari ridho Allah SWT.

Allah a’lam bish shawab. Salam hangat santri Gasek.

Penulis: Mamik Rokhimah

Editor : Teguh Hidayanto

Facebook Comments

2 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: